MEDAN || Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mulai serius membidik peluang menjadi tuan rumah Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2028. Bekal fasilitas olahraga peninggalan PON XXI Aceh-Sumut 2024 yang dinilai memadai menjadi kekuatan utama untuk merealisasikan ambisi tersebut.
Pemerintah Provinsi Sumut menilai kesiapan sarana olahraga yang tersedia saat ini memberi peluang besar bagi daerah untuk menjadi penyelenggara ajang olahraga terbesar atlet disabilitas di Indonesia. Selain venue yang sudah terbangun, pembinaan atlet paralimpik yang terus berkembang juga dinilai menjadi modal penting.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Sumut, M Mahfullah Daulay, menegaskan peluang itu terbuka lebar jika didukung kesiapan lintas sektor, terutama pembiayaan dan keberlanjutan pembinaan atlet.
“Sumut juga punya potensi besar bisa menjadi tuan rumah Peparnas 2028 karena secara pemenuhan fasilitas olahraga sudah sangat baik. Namun, ini harus didukung kesiapan pemerintah daerah, terutama dalam hal pendanaan termasuk juga berharap NPC Sumut bisa melahirkan atlet potensial tidak hanya untuk Sumut, tetapi bagi Indonesia,” kata Mahfullah Daulay usai membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) National Paralympic Committee (NPC) Sumut 2026 di Hotel Fave Medan, Rabu (3/6/2026) malam.
Mahfullah menyebut, berbagai fasilitas olahraga pasca-PON 2024 di Sumut saat ini tidak hanya dimanfaatkan atlet umum, tetapi juga dibuka secara gratis bagi atlet disabilitas yang berada di bawah binaan NPC Sumut. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan kesetaraan pembinaan olahraga.
Tidak hanya soal venue, pemerintah provinsi juga disebut telah menerapkan kesetaraan dalam pemberian bonus bagi atlet berprestasi. Atlet NPC peraih medali emas, perak, dan perunggu di Peparnas memperoleh penghargaan yang setara dengan atlet KONI Sumut.
Menurut Mahfullah, Rakerprov NPC Sumut menjadi momentum penting mengevaluasi pembinaan atlet selama 2025 hingga pertengahan 2026. Pemerintah daerah, kata dia, juga membuka ruang jika diperlukan penyesuaian dana hibah guna mendukung program prioritas organisasi.
Dukungan terhadap peluang Sumut menjadi tuan rumah Peparnas 2028 juga datang dari pengurus pusat NPC Indonesia. Ketua Bidang Humas NPCI Pusat, Herry Isranto, menilai Sumut sudah memiliki modal kuat dari sisi fasilitas, tata kelola organisasi, hingga regenerasi atlet.
“Mudah-mudahan Sumut bisa menjadi tuan rumah Peparnas 2028, karena potensinya sudah mendukung semua. Bukan tidak mungkin, NPC Sumut bisa masuk dua besar nasional karena kami melihat banyak atlet potensial yang saat ini membela Indonesia di kejuaraan internasional seperti ASEAN Para Games dan Asian Para Games,” ujar Herry.
Ia menilai keberhasilan Sumut menjaga sistem pembinaan atlet patut diapresiasi. Terlebih, sejumlah atlet binaan NPC Sumut saat ini sudah menjadi bagian dari kekuatan Indonesia di level internasional.
Ketua NPC Sumut, Alan Sastra Ginting, mengakui capaian prestasi paralimpik daerah selama ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah provinsi, baik dari sisi pendanaan, pelaksanaan kompetisi, hingga penguatan kualitas pelatih.
“Kami NPC Sumut sangat mengapresiasi kesetaraan yang telah kami rasakan baik dalam hal pemberian bonus dan penggunaan sarana dan prasarana latihan atlet oleh pemerintah provinsi Sumatera Utara. Pada Rakerprov kali ini kami juga berharap dukungan kembali dari pemerintah, terutama dalam mendukung program pembinaan bagi atlet, termasuk menyongsong event nasional seperti Peparnas 2028 mendatang,” kata Alan.
Alan menambahkan, NPC Sumut kini mulai memperkuat pembinaan cabang olahraga baru yang diproyeksikan menjadi lumbung medali pada Peparnas mendatang, seperti para panjat tebing dan para taekwondo.
Optimisme menjadi tuan rumah Peparnas 2028 bukan tanpa dasar. Pada Peparnas 2024 di Solo, Sumut berhasil finis di posisi lima besar nasional meski hadir dengan jumlah kontingen yang relatif kecil dibanding provinsi lain di papan atas.

Social Header