Korban saat dirumah duka (foto:ist) 

Maluku Utara - Peristiwa tragis terjadi di Desa Ratahaya, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Seorang wanita bernama Elizabeth Yamalau (44) ditemukan meninggal dunia setelah diterkam dan ditelan ular piton berukuran besar di area perkebunan, Selasa malam.

Korban sebelumnya berpamitan kepada keluarganya untuk pergi ke kebun yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah. Ia berencana memindahkan sapi ternak milik keluarga pada Selasa sore sekitar pukul 15.00 WIT.

Namun hingga menjelang malam, Elizabeth tidak kunjung kembali ke rumah. Kondisi tersebut membuat sang suami, Benyamin Lanto (52), merasa khawatir dan memutuskan untuk menyusul ke lokasi kebun.

Kapolres Adnan Wahyu Kashogi menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan suami korban, saat tiba di kebun ia menemukan istrinya sudah diterkam ular piton.

"Karena khawatir, suaminya menyusul ke kebun. Setibanya di sana, ia mendapati istrinya sudah dalam kondisi diterkam ular piton besar," ujar Adnan Wahyu Kashogi.

Saat ditemukan, sebagian tubuh korban disebut sudah berada di dalam mulut ular. Korban dipastikan telah meninggal dunia ketika ditemukan.

Melihat kejadian tersebut, Benyamin segera berupaya menyelamatkan istrinya dengan memotong kepala ular menggunakan senjata tajam. Setelah ular berhasil dilumpuhkan, jasad korban kemudian dikeluarkan dari mulut reptil tersebut.

"Setelah dievakuasi, Elizabeth dipastikan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan sehingga dinyatakan meninggal di lokasi kejadian," kata Kapolres.

Sejumlah warga yang datang ke lokasi kemudian membantu proses evakuasi jenazah korban dari area perkebunan menuju permukiman.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun maupun kawasan hutan, terutama jika bepergian seorang diri.

"Atas adanya kejadian ini, kami imbau kepada seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaan dan selalu berhati-hati, terutama ketika bepergian seorang diri ke area perkebunan atau hutan," tegas Adnan Wahyu Kashogi.


Sumber: Tribun