Breaking News

Kemiskinan Di Langkat Turun, BPS: Dari 33 Kabko, Langkat Peringkat 11

 

Bupati Langkat serahkan kunci rumah kepada masyarakat yang menerima bantuan bedah rumah layak huni

LANGKAT - LPC-Online | Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat dihebohkan dengan informasi terkait Kabupaten Langkat menjadi peringkat satu kabupaten termiskin di Sumatera Utara (Sumut).

Menindak lanjuti hal itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Langkat angkat bicara. Berdasarkan data resmi BPS tahun 2024, Langkat menempati peringkat ke-11 dari 33 kabupaten/kota (Kabko) di Sumatera Utara, dengan persentase penduduk miskin sebesar 9,04%.

Kepala BPS Langkat, Muhammad Ervin Sugiar, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (11/8/), menegaskan, bahwa data tersebut bersumber dari publikasi resmi Persentase Penduduk Miskin Menurut kabupaten/jota di Sumatera Utara Tahun 2024.

“Ada sekitar kurang lebih 96,5 ribu masyarakat yang tergolong miskin di Langkat. Jadi jelas, Langkat bukan kabupaten termiskin di Sumut,” tegas Ervin.

Ia menjelaskan, penduduk miskin adalah mereka yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan, yaitu nilai pengeluaran minimum untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan setara 2.100 kilokalori per kapita per hari, ditambah kebutuhan dasar non-makanan seperti perumahan, pendidikan, dan kesehatan.

Trend Penurunan Kemiskinan di Langkat
BPS mencatat, angka kemiskinan di Langkat menunjukkan tren penurunan dalam lima tahun terakhir. Pada 2019, persentase penduduk miskin tercatat 9,91%, kemudian menurun menjadi 9,73% (2020), 10,12% (2021), 9,49% (2022), 9,23% (2023), hingga mencapai 9,04% pada 2024. 

"Data ini membuktikan bahwa upaya pengentasan kemiskinan yang dilakukan pemerintah daerah bersama berbagai pihak berjalan progresif meski menghadapi tantangan ekonomi global," sebutnya. 

Berdasarkan grafik BPS, lanjut Ervin, lima daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Sumut adalah Nias Barat (22,68%), Nias Utara, Nias Selatan, Nias, dan Kota Gunung Sitoli. 

Sementara, daerah dengan tingkat kemiskinan terendah adalah Deli Serdang (3,44%). Persentase penduduk miskin Langkat tercatat sedikit di atas rata-rata provinsi Sumut (7,99%) dan hampir sama dengan rata-rata nasional (9,03%).

Sementara itu, Bupati Langkat H. Syah Afandin, menegaskan komitmennya untuk terus menurunkan angka kemiskinan melalui berbagai program yang berpihak pada masyarakat.

“Kita terus berproses, berbagai upaya kita lakukan untuk menurunkan angka kemiskinan. Bantu saya untuk bersama menuntaskan ini,” ujarnya.

Syah Afandin menambahkan, Pemkab Langkat akan melanjutkan program pemberdayaan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan sektor produktif masyarakat guna mempercepat pengentasan kemiskinan. (LP05) 


© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM