Langkat || Puluhan warga korban terdampak banjir yang berasal dari Simpang Tiga Besitang Linkungan 8 Kelurahan Bukit Kubu, Linkungan 4 dan 5 Kelurahan Kampung Lama, Linkungan 9 Stasiun Besitang, Kelurahan Pekan Besitang, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, mendatangi kantor Bupati dan DPRD Langkat, Senin (30/3/2026).
DISKUSI: Warga terdampak banjir Besitang berdiskusi dengan pihak Pemkab Langkat terkait dana penerima bantuan, Senin (30/3/2026).
Kedatangan puluhan warga ini, bermaksud ingin menanyakan bantuan sosial korban terdampak banjir yang belum mereka terima sampai saat ini
Menurut warga yang didominasi emak-emak itu, mereka tidak pernah mendapatkan bantuan yang disebut-sebut sebagai uang pengganti biaya penginapan sementara, uang bantuan belanja sehari-hari, bantuan rumah rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan., seperti yang disampaikan Kementerian Sosial.
“Padahal, rumah kami jelas-jelas terdampak banjir tenggelam, kehilangan harta benda dan rusak. Kami menghadapi puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2026, hidup dalam kondisi keprihatinan. Namun, hingga lebaran usai, bantuan yang kami harapkan itu, tak kunjung ada. Bahkan, nama kami tidak terdaftar sebagi warga terdampak banjir yang sebenarnya layak mendapatkan bantuan,” teriak emak-emak di depan gerbang Gedung DPRD Langkat, Stabat.
Ironisnya, kepala desa dan kelurahan di Kecamatan Besitang, setiap kali ditanya oleh warga tentang nasib mereka, malah disarankan untuk bertanya langsung ke BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Langkat.
Merasa belum mendapatkan kejelasan dalam menyuarakan tuntutannya di DPRD Langkat, emak-emak inipun melanjutkan aksi ke Gedung Jentera Malay Rumah Dinas Bupati Langkat.
Terlihat, beberapa perwakilan warga diterima Kadis Sosial Langkat Taufik Rieza, Kalaksa BPBD Langkat HM Ansyari MKes, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Rudi Kinandung, Kadis Perkim Robbi Rezeki, serta Kasat Pol PP Damai Eka Singarimbun.
Dalam dialog tersebut, perwakilan masyarakat Besitang, Roy, menyampaikan aspirasi terkait masih adanya warga terdampak banjir yang belum masuk dalam data penerima bantuan pemerintah.
Ia menjelaskan, sejumlah rumah warga di desa dan kelurahan di Kecamatan Besitang mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat, namun belum seluruhnya terakomodasi dalam pendataan.
“Kami berharap pemerintah juga memperhatikan warga yang sama-sama menjadi korban banjir agar tidak ada yang merasa terabaikan,” ujar Roy.
Menanggapi hal tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H. Rudi Kinandung menegaskan, Pemerintah Kabupaten Langkat di bawah arahan Bupati H. Syah Afandin, SH terus berupaya memberikan solusi terbaik dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat terdampak.
Ia menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 1.381 keluarga telah terdata sebagai penerima bantuan; berupa bantuan jaminan hidup, bantuan isi hunian sementara maupun hunian tetap serta bantuan stimulan ekonomi bagi korban bencana banjir Kabupaten Langkat.
Rudi memastikan, pemerintah tidak akan menutup mata terhadap warga yang belum terdata dan akan segera mengambil langkah lanjutan.
“Bagi masyarakat yang hanya sekedar terdampak banjir saja, untuk sementara belum ada masuk katagori yang bisa diberikan bantuan, namun demikian bila ada ketentuan baru dari pusat untuk mendata atau mengakomodirnya, Pemkab Langkat siap melaksanakanya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, Pemkab Langkat akan kembali berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk melakukan verifikasi ulang data warga terdampak, guna memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran dan tidak ada masyarakat yang tertinggal.(fan)
Social Header