Breaking News

8 Wajah Baru Inggris di Piala Dunia 2026, Era Thomas Tuchel Dimulai


Foto ilustrasi timnas Inggris di Piala Dunia 2026.

LONDON || Inggris datang ke Piala Dunia 2026 dengan nuansa berbeda. Bukan hanya karena kini dipimpin pelatih anyar, Thomas Tuchel, tetapi juga karena komposisi skuadnya mengalami pergeseran cukup tajam dibanding edisi Qatar 2022. Beberapa nama mapan tetap bertahan, namun Tuchel membawa darah baru yang bahkan belum masuk skuad Piala Dunia empat tahun lalu.

Menariknya, sebagian besar wajah baru ini bukan sekadar “pemain pelapis”. Mereka datang dengan reputasi kuat, musim klub yang impresif, bahkan beberapa sudah mengangkat trofi besar di level Eropa. Inilah generasi yang dipersiapkan untuk mengubah Inggris dari “tim favorit abadi” menjadi juara sesungguhnya.

Skuad Inggris Piala Dunia 2026 yang diumumkan Tuchel berisi 26 pemain dan menjadi kombinasi pengalaman, fisik, serta energi muda. 

Para Wajah Baru Inggris yang Belum Ada di Piala Dunia 2022

 1. Tino Livramento: Mesin Turbo dari Sisi Kanan

Empat tahun lalu namanya bahkan belum masuk radar utama tim senior Inggris. Kini Livramento datang sebagai salah satu bek sayap paling eksplosif yang dimiliki Inggris.

Bersama Newcastle United, pemain jebolan akademi Chelsea itu berkembang pesat. Kecepatannya, kemampuan overlap, dan duel satu lawan satu membuatnya menjadi opsi ideal dalam sistem agresif Tuchel.

Musim terakhirnya bersama Newcastle menjadi titik balik. Ia bukan lagi talenta potensial, melainkan pemain inti yang stabil. Tuchel tampaknya melihat Livramento sebagai bek modern yang mampu bermain di beberapa peran: wing-back, full-back, bahkan inverted defender.

2. Kobbie Mainoo: Anak Muda dengan Ketenangan Veteran

Di Qatar 2022, Mainoo masih sebatas prospek akademi. Kini ia datang sebagai salah satu gelandang paling menjanjikan Inggris.

Bersama Manchester United, Mainoo menembus tim utama dan memperlihatkan kualitas yang jarang dimiliki pemain seusianya: tenang, cerdas membaca ruang, dan matang saat ditekan.

Tuchel memasukkannya karena Inggris membutuhkan gelandang yang bisa menjadi penghubung antara lini tengah dan depan. Mainoo bukan tipe pemain penuh sorotan seperti playmaker klasik, tetapi ritme permainan Inggris sering berubah ketika ia berada di lapangan.

3. Morgan Rogers: Senjata Rahasia dari Aston Villa

Nama Rogers mungkin menjadi kejutan terbesar bagi publik internasional. Namun bagi penggemar Aston Villa, performanya sudah lama mencuri perhatian. Rogers berkembang menjadi gelandang serang serba bisa: mampu bermain di sayap, nomor 10, hingga second striker.

Musim cemerlangnya ikut membantu Villa bersaing di level Eropa dan mengangkat statusnya dari pemain prospek menjadi pemain tim nasional. Tuchel menyukai pemain yang fleksibel secara taktik. Rogers memenuhi semua syarat itu.

4. Elliot Anderson: Dinamo Baru Lini Tengah

Anderson menjadi simbol perubahan wajah lini tengah Inggris. Pemain yang berkembang bersama Nottingham Forest itu tampil konsisten berkat intensitas tinggi, pressing agresif, serta kemampuan membawa bola dari lini kedua.

Ia bukan pemain paling glamor dalam skuad, tetapi justru tipikal pemain yang sering menjadi favorit pelatih. Tuchel dikenal menyukai gelandang pekerja keras — dan Anderson cocok dengan profil itu.

5. Jarell Quansah: Tembok Muda Masa Depan Inggris

Quansah tidak masuk skuad Qatar karena saat itu masih berkembang di level usia muda. Kini bek muda jebolan Liverpool FC tersebut dipercaya karena kematangannya dalam membaca permainan. Posturnya kuat, distribusi bolanya rapi, dan ia nyaman memainkan build-up dari belakang.

Inggris lama dikenal punya stok bek tengah melimpah. Quansah berpotensi menjadi penerus generasi berikutnya.

6. Nico O'Reilly: Proyek Baru yang Langsung Naik Kelas

Nama paling “fresh” dalam daftar ini. O’Reilly naik cepat setelah mendapat menit bermain bersama Manchester City. Fleksibilitasnya menjadi nilai utama: bisa bermain sebagai gelandang maupun bek kiri. Di tangan Tuchel, pemain seperti ini sangat berharga karena memberi variasi taktik.

7. Djed Spence: Kebangkitan yang Datang Tepat Waktu

Karier Spence sempat naik turun. Namun bek sayap Tottenham Hotspur itu berhasil bangkit dan kembali menunjukkan kualitasnya.

Kecepatan, keberanian menyerang, dan kemampuan transisi membuatnya cocok untuk sepak bola intens ala Tuchel. Kisah Spence juga menjadi pengingat: perjalanan menuju Piala Dunia tidak selalu lurus.

8. Ivan Toney: Penyerang yang Datang dengan Trofi

Toney memang pernah masuk skuad Inggris setelah Qatar, tetapi ia bukan bagian Piala Dunia 2022. Kini ia datang dengan modal besar: sukses bersama Al-Ahli Saudi FC dan ikut membawa klub itu menjuarai AFC Champions League Elite. Performanya membuat Tuchel memasukkannya sebagai alternatif selain Harry Kane dan Ollie Watkins. ([FIFA][1])

Ia menawarkan sesuatu yang berbeda: duel udara, permainan target man, dan eksekutor bola mati.

Skuad Lengkap Inggris Piala Dunia 2026 Pilihan Thomas Tuchel

Kiper:

Jordan Pickford, Dean Henderson, James Trafford

Bek:

Reece James, Tino Livramento, Marc Guehi, Ezri Konsa, John Stones, Jarell Quansah, Nico O’Reilly, Dan Burn, Djed Spence

Gelandang:

Declan Rice, Elliot Anderson, Jude Bellingham, Jordan Henderson, Morgan Rogers, Kobbie Mainoo, Eberechi Eze

Penyerang:

Harry Kane, Ivan Toney, Ollie Watkins, Bukayo Saka, Noni Madueke, Marcus Rashford, Anthony Gordon

 Inggris Baru, Ambisi Baru

Jika Inggris di Qatar 2022 masih bertumpu pada generasi yang dibentuk Gareth Southgate, maka Piala Dunia 2026 terasa seperti awal proyek baru. Nama-nama seperti Mainoo, Rogers, Livramento, Anderson, hingga Quansah bukan lagi sekadar pelengkap. Mereka adalah fondasi era berikutnya.

Tuchel tampaknya tidak sekadar membawa pemain terbaik, melainkan membangun identitas: tim yang lebih atletis, fleksibel, dan agresif. Mungkin, setelah bertahun-tahun disebut “tim penuh talenta”, inilah momen ketika Inggris benar-benar mencoba menjadi juara.

sumber: FIFA

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM