JAKARTA || Peselancar putri Indonesia, Dhea Natasya, berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah olahraga selancar nasional setelah meraih gelar juara pada ajang World Surf League (WSL) Longboard Qualifying Series (LQS) Hamamatsu Open 2026 di Hamamatsu, Jepang, pertengahan Mei lalu.
Melansir situs resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), kemenangan tersebut tidak hanya menghadirkan trofi bagi Dhea, tetapi juga membuka jalan menuju panggung tertinggi selancar longboard dunia. Hasil gemilang di Jepang membuatnya menempati posisi teratas klasemen Longboard Qualifying Series (LQS) 2025/2026 kawasan Asia dan memastikan tiket ke WSL World Longboard Tour 2026/2027.
Pencapaian itu menjadi momen bersejarah bagi Indonesia. Dhea tercatat sebagai atlet putri Indonesia pertama yang berhasil menembus jajaran elite longboarder putri dunia. Bahkan, di tingkat Asia, ia menjadi perempuan keempat yang mampu mencapai level tersebut setelah sebelumnya didominasi atlet-atlet asal Jepang.
Pelatih Kepala Tim Nasional Surfing Indonesia, Arya Subyakto, menilai keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses panjang yang dijalani Dhea selama bertahun-tahun.
“Selamat untuk Dhea. Dia menorehkan sejarah baru sebagai atlet putri Indonesia pertama yang berhasil masuk ke jajaran elite longboarder putri dunia,” ujar Arya.
Menurut Arya, Dhea bukanlah atlet yang sejak awal berfokus pada nomor longboard. Ia mengawali karier sebagai peselancar shortboard sebelum tim pelatih melihat potensi besar yang dimilikinya untuk berkembang di nomor longboard.
“Awalnya Dhea berkarier di shortboard. Namun kami melihat dia memiliki karakter dan kemampuan yang sangat cocok untuk longboard. Hasilnya terbukti ketika dia meraih medali emas SEA Games 2019 Filipina. Semoga ke depan Dhea mampu bersaing dan meraih prestasi terbaik di kompetisi elite dunia,” katanya.
Sementara itu, Dhea menyambut pencapaian tersebut dengan penuh rasa syukur. Baginya, keberhasilan di Hamamatsu menjadi motivasi tambahan untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di World Longboard Tour musim mendatang.
“Senang sekali dan sangat bersyukur atas hasil ini. Terima kasih untuk semua yang selalu mendukung perjalanan saya. Mohon doa dan dukungannya agar saya bisa tampil maksimal dan memberikan yang terbaik untuk Merah Putih di World Longboard Tour nanti,” kata Dhea.
Keberhasilan Dhea menjadi kabar menggembirakan bagi perkembangan olahraga selancar Indonesia. Di tengah persaingan ketat dunia, pencapaiannya membuktikan bahwa atlet Tanah Air mampu bersaing di level internasional sekaligus membuka jalan bagi generasi peselancar berikutnya untuk menembus panggung dunia. Dengan tiket menuju WSL World Longboard Tour 2026/2027 sudah di tangan, Dhea kini bersiap mengibarkan Merah Putih di antara para peselancar terbaik dunia.

Social Header