Breaking News

Makhachev Prediksi Laga Topuria vs Gaethje di White House Bombastis: Siapa yang Didukung?

Ilustrasi UFC Freedom 250

DAGESTAN || Islam Makhachev akhirnya ikut angkat bicara mengenai salah satu duel paling panas yang tengah menyedot perhatian dunia MMA: Ilia Topuria melawan Justin Gaethje di kartu bersejarah UFC White House.

Pertarungan kelas ringan yang dijadwalkan berlangsung di halaman White House itu bukan sekadar perebutan supremasi divisi. Di baliknya, tersimpan intrik, spekulasi, hingga pertanyaan besar: mengapa duel impian antara Makhachev dan Topuria justru tak pernah terjadi?

Dalam wawancara yang dikutip UFC Eurasia, Kamis (28/5/2026) dan diperkuat sejumlah laporan media MMA internasional, Makhachev menilai usia muda Ilia Topuria bisa menjadi senjata penting menghadapi veteran berbahaya seperti Justin Gaethje. Meski demikian, mantan penguasa lightweight itu menolak menyingkirkan Gaethje dari perhitungan.

“Event di White House ini… saya tidak menghitung Gaethje keluar dari persaingan. Dia warhorse (kura perang), petarung yang sudah makan banyak pengalaman. Topuria lebih muda. Ini matchup yang sangat bagus untuk fans. Saya percaya pertarungan ini tidak akan berjalan sampai keputusan juri,” ujar Makhachev.

Secara mengejutkan, juara dua divisi UFC itu mengatakan, untuk laga dengan intensitas tinggi dan menarik untuk fans tersebut, dia memprediksi petarung yang akan keluar sebagai pemenang.

"Aku lebih condong ke Topuria (menang)," ucapnya 

Ucapan itu terasa masuk akal jika melihat profil kedua petarung. Di satu sudut, ada Ilia Topuria, mesin knockout tak terkalahkan yang datang dengan kepercayaan diri hampir tak terbendung. Petarung Spanyol berdarah Georgia-Spanyol itu sedang menikmati fase terbaik dalam kariernya setelah mengukuhkan diri sebagai salah satu nama paling mematikan di UFC. Kombinasi striking eksplosif, timing presisi, serta kemampuan menyelesaikan laga secara cepat membuat banyak pihak melihatnya sebagai wajah baru divisi ringan. 

Namun, di sudut lain berdiri Justin Gaethje, petarung yang terlalu keras untuk dianggap telah habis.

Bagi penggemar MMA, nama Gaethje identik dengan kekacauan terkontrol. Setiap langkahnya menuju oktagon hampir selalu berakhir dengan perang brutal. Tendangan keras, tekanan tanpa henti, serta mentalitas bertarung sampai titik terakhir membuatnya mendapat reputasi sebagai salah satu fighter paling berbahaya dalam sejarah kelas ringan.

Tak heran jika Makhachev memilih kata “warhorse” untuk menggambarkan pria Amerika itu. Gaethje mungkin tak lagi berada di fase awal karier, tetapi pengalaman puluhan pertarungan elite membuatnya tetap menjadi ancaman nyata. Bahkan dalam beberapa kesempatan terakhir, ia berulang kali menunjukkan kemampuan menahan gempuran generasi baru yang mencoba menggusurnya dari puncak persaingan.

Prediksi Makhachev bahwa laga ini tidak akan mencapai keputusan juri juga bukan klaim kosong. Topuria dikenal memiliki finishing instinct mematikan. Gaethje, di sisi lain, hampir tidak pernah datang untuk bermain aman. Dua gaya bertarung agresif itu berpotensi menciptakan bentrokan eksplosif sejak ronde pertama.

Seperti diketahui, UFC White House digelar di Washington, D.C, Minggu, 14 Juni 2026. Rangkaian pertandingan utama dimulai pada pukul 20.00 Waktu Bagian Timur, yang bertepatan dengan hari Senin, 15 Juni 2026, mulai  pukul 07.00 WIB. Event tersebut diberi titel 'UFC Freedom 250'.

Sumber: UFC Eurasia, MMA Fighting, SI MMA/FanNation, laporan media MMA internasional, MMA Fighting

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM