Breaking News

Pimpinan Pondok Pesantren di Pekalongan Diamankan Polisi, Diduga Cabuli Sejumlah Santriwati

 

Ilustrasi 

Pekalongan – Aparat Polres Pekalongan Kota mengamankan seorang pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap sejumlah santriwati, Rabu (27/5/2026).

Kapolres Pekalongan Kota, Riki Yariandi, mengatakan terduga pelaku merupakan salah satu pendiri pondok pesantren yang berada di wilayah Kabupaten Pekalongan.

“Benar, hari ini kami melakukan pengamanan terhadap seorang yang diduga sebagai pelaku. Informasinya yang bersangkutan merupakan salah satu pendiri pondok pesantren yang berada di wilayah hukum Polres Pekalongan Kota,” ujar Riki saat ditemui di Satreskrim Polres Pekalongan Kota.

Menurutnya, pihak kepolisian langsung melakukan penanganan intensif setelah menerima laporan dari para korban yang diduga mengalami pelecehan seksual. Hingga saat ini, sedikitnya enam korban telah melapor kepada polisi.

“Korban berasal dari berbagai daerah di Pantura, termasuk dari Semarang,” katanya.

Riki menjelaskan kasus tersebut sempat sulit terungkap karena para korban merasa takut untuk melapor. Polisi menduga korban mendapat ancaman maupun tekanan sehingga memilih diam.

“Korban sebelumnya tidak berani melapor karena diduga mendapat ancaman dari pelaku ataupun lingkungan sekitar. Setelah dilakukan pendekatan oleh anggota kami, akhirnya para korban mulai berani memberikan keterangan,” jelasnya.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa sejumlah korban dan saksi dalam proses penyelidikan. Beberapa mantan santri dari luar daerah seperti Pemalang, Batang, Pekalongan hingga Semarang juga disebut turut memberikan kesaksian kepada penyidik.

Kasus tersebut kini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Pekalongan Kota untuk mendalami dugaan tindak pidana serta kemungkinan adanya korban lain.


Sumber: Detik


© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM