PSG juara Liga Champions dua kali berturut-turut. (Foto: diedit dari Instagram @psg)
BUDAPEST || Keberhasilan Paris Saint-Germain mempertahankan gelar Liga Champions musim 2025/2026 menempatkan klub asal Prancis itu dalam kelompok elite Eropa. Setelah menjadi kampiun pada musim 2024/2025, PSG kembali mengangkat trofi Si Kuping Besar setahun berselang usai menundukkan Arsenal di final yang berlangsung dramatis di Budapest.
Prestasi itu bukan sekadar soal trofi tambahan. PSG kini resmi masuk daftar klub-klub yang pernah menjuarai Liga Champions secara beruntun atau *back-to-back*, sebuah pencapaian yang bahkan sulit diraih oleh banyak tim besar Eropa.
Dalam sejarah kompetisi, hanya segelintir klub yang mampu menjaga dominasi selama dua musim berturut-turut atau lebih. Sebelum PSG, nama-nama legendaris sudah lebih dulu mengukir jejak serupa.
Real Madrid
Yang paling fenomenal tentu saja adalah Real Madrid. Klub raksasa Spanyol itu menjadi penguasa awal kompetisi dengan menjuarai lima edisi pertama secara beruntun pada 1955/1956 hingga 1959/1960. Dominasi mereka kembali terulang di era modern saat tim asuhan Zinedine Zidane memenangkan tiga gelar berturut-turut pada musim 2015/2016, 2016/2017, dan 2017/2018,rekor yang belum tersentuh klub lain pada format Liga Champions modern.
Benfica
Nama berikutnya adalah Benfica. Klub Portugal tersebut pernah berjaya pada awal 1960-an setelah merebut gelar musim 1960/1961 dan mempertahankannya pada 1961/1962. Era itu dikenang sebagai masa keemasan Eusébio dan generasi emas Lisbon.
Inter Milan
Dominasi juga pernah dirasakan Inter Milan. Klub Italia tersebut menorehkan dua gelar beruntun pada 1963/1964 dan 1964/1965 ketika dikenal memiliki pertahanan sangat kuat di bawah racikan pelatih Helenio Herrera.
Ajax Amsterdam
Lalu ada Ajax yang menciptakan revolusi sepak bola melalui filosofi *Total Football*. Klub Belanda itu tampil luar biasa dengan merebut tiga gelar beruntun pada musim 1970/1971, 1971/1972, dan 1972/1973 bersama Johan Cruyff.
Bayern Munich
Tak lama berselang, giliran Bayern Munich mengambil panggung. Klub Jerman tersebut memenangkan tiga trofi berturut-turut pada 1973/1974 hingga 1975/1976, dipimpin nama-nama besar seperti Franz Beckenbauer dan Gerd Müller.
AC Milan
Era akhir 1980-an menjadi milik AC Milan. Rossoneri memenangkan Liga Champions dua musim beruntun pada 1988/1989 dan 1989/1990 dengan skuad bertabur bintang seperti Marco van Basten, Ruud Gullit, hingga Paolo Maldini.
Nottingham Forest
Sementara itu, Nottingham Forest menjadi kisah paling mengejutkan. Klub Inggris yang tak terlalu diunggulkan justru mampu memenangkan Piala Champions Eropa dua kali beruntun pada 1978/1979 dan 1979/1980, sebuah pencapaian yang hingga kini masih dianggap dongeng terbesar sepak bola Eropa.
PSG jadi Klub Teranyar Juara Back-to-Back
Kini, PSG resmi berdiri sejajar dengan klub-klub besar tersebut. Gelar beruntun musim 2024/202 dan 2025/2026 tak hanya mempertegas perubahan status mereka sebagai kekuatan baru Eropa, tetapi juga menempatkan nama klub Paris itu ke dalam daftar pendek tim yang pernah menjaga mahkota Liga Champions tetap berada di tangan mereka selama lebih dari satu musim.
Sumber: uefa.com, britannica.com, rsssf.org, fifa.com,

Social Header