Breaking News

Bobby Desak Penguatan Listrik di Nias, AFF U-19 Jangan Terganggu Blackout

listrik sumut
Teks foto: Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menerima General Manager PLN UID Sumut, Mundakhir Salman, dan staf di ruang kerjanya untuk membahas evaluasi blackout listrik di Sumatera serta kesiapan pasokan listrik menghadapi Piala AFF U-19 2026, Selasa (26/5/2026). (Foto: Diskominfo Sumut)

MEDAN || Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, tak ingin peristiwa padamnya listrik massal di sebagian besar Pulau Sumatera terulang begitu saja tanpa evaluasi serius. Gangguan kelistrikan yang terjadi pada Jumat (22/5/2026) lalu dinilai menjadi alarm penting bagi PT PLN, terlebih Sumut dalam waktu dekat bersiap menjadi salah satu tuan rumah perhelatan ASEAN U-19 Boys’ Championship atau Piala AFF U-19 2026.

Pesan itu disampaikan Bobby saat menerima General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumut, Mundakhir Salman, di ruang kerjanya, Selasa (26/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas gangguan sistem kelistrikan yang dipicu putusnya jaringan kabel listrik bertegangan ekstra tinggi di Jambi hingga berdampak luas ke wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Bagi Bobby, pemadaman panjang yang sempat melumpuhkan berbagai aktivitas masyarakat tak boleh dipandang sebagai kejadian biasa. Apalagi, pemerintah saat ini sedang gencar mendorong pemanfaatan energi listrik di hampir semua sektor kehidupan.

“Saya melihat kemarin dari apa yang terjadi dan apa penyebabnya. Sudah kita minta antisipasi seluruh pemerintahan untuk menggunakan genset. Namun karena tiba-tiba, jadi tidak semua bisa ter-cover,” ujar Bobby.

Menurutnya, blackout yang berulang hampir setiap tahun di Pulau Sumatera harus menjadi catatan besar bagi PLN. Ia mengingatkan, ketika masyarakat mulai diarahkan menggunakan teknologi berbasis listrik, jaminan pasokan energi juga harus semakin kuat dan stabil.

“Hari ini kan pemerintah minta semua serba listrik, mulai dari kompor, mobil bahkan transportasi umum seperti bus sudah listrik. Makanya kami minta supportnya (jaminan ketersediaan listrik). Jangan lagi ada istilah blackout setiap tahun, karena waktunya sangat lama dan meluas,” katanya.

Kekhawatiran Bobby bukan tanpa alasan. Pemadaman listrik dalam waktu lama bukan hanya mengganggu aktivitas rumah tangga dan dunia usaha, tetapi juga dapat berdampak pada layanan vital seperti rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang membutuhkan pasokan listrik besar tanpa jeda.

Karena itu, Bobby meminta penguatan sistem cadangan energi menjadi perhatian serius, terutama di fasilitas publik yang menyangkut keselamatan masyarakat. Padahal sebelumnya, Kementerian ESDM menyebut kapasitas pasokan listrik di wilayah Sumbagut berada dalam kondisi surplus.

Selain fokus pada wilayah daratan Sumatera, Bobby juga memberi perhatian khusus terhadap kondisi listrik di Kepulauan Nias. Ia menilai penguatan infrastruktur energi di kawasan kepulauan perlu dipercepat, termasuk melalui pembangunan pembangkit listrik baru agar kebutuhan masyarakat terpenuhi secara optimal.

“Untuk Nias juga perlu diperkuat pasokan listriknya. Harus ada langkah konkret agar kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik,” tegasnya.

Tak kalah penting, Bobby menyoroti kesiapan pasokan listrik menjelang pelaksanaan Piala AFF U-19 2026 di Sumut. Menurutnya, event internasional tersebut tidak boleh terganggu persoalan teknis, terutama kelistrikan di stadion maupun fasilitas pendukung lainnya.

Menanggapi berbagai sorotan tersebut, GM PLN UID Sumut, Mundakhir Salman, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan listrik massal yang terjadi. Ia menjelaskan blackout dipicu gangguan sistem transmisi di Jambi yang berdampak luas terhadap jaringan kelistrikan Sumbagut.

Namun demikian, PLN memastikan langkah antisipasi sedang diperkuat, termasuk untuk menjamin kelancaran pelaksanaan ASEAN U-19 Boys’ Championship di Sumut.

“Khusus di daerah bencana, tinggal di Kabupaten Tapanuli Tengah saja yang perlu perbaikan. Untuk perhelatan Piala AFF kita akan persiapkan lebih baik,” ujar Mundakhir.

Dengan pengalaman blackout yang baru saja terjadi, Bobby tampaknya tak ingin mengambil risiko. Sumut bukan hanya tengah mengejar pembangunan berbasis listrik, tetapi juga sedang bersiap menyambut tamu dari berbagai negara ASEAN. Baginya, satu hal harus dipastikan: lampu tak boleh padam saat mata kawasan tertuju ke Sumatera Utara.

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM