ATLANTA || Ceko dan Afrika Selatan akan menjalani pertandingan krusial pada matchday kedua Grup A Piala Dunia 2026. Kedua tim sama-sama datang dengan tekanan besar setelah gagal meraih poin pada laga pembuka, sehingga kemenangan menjadi harga mati untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
Ceko menelan kekalahan 1-2 dari Korea Selatan pada pertandingan pertama. Sementara itu, Afrika Selatan harus mengakui keunggulan tuan rumah Meksiko dengan skor 0-2. Hasil tersebut membuat kedua tim berada di posisi bawah klasemen sementara Grup A dan tidak memiliki banyak ruang untuk melakukan kesalahan lagi.
Pelatih Ceko, Miroslav Koubek, memperkirakan Afrika Selatan akan tampil berbeda pada laga yang digelar di Stadion Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Kamis (18/6/2026) pukul 23.00 WIB malam ini, dibanding saat menghadapi Meksiko. Menurutnya, lawan kemungkinan tidak lagi menggunakan pendekatan yang sama seperti pada laga pembuka.
"Kami memperkirakan mereka akan bermain berbeda," ujar Koubek menjelang pertandingan. Pelatih berusia 74 tahun itu menegaskan fokus utama timnya adalah mengamankan poin demi menjaga asa melaju ke fase gugur. Ia juga menyebut atmosfer yang dirasakan skuadnya sebagai "ketegangan yang sehat" menjelang laga penting yang tayang di TVRI tersebut.
Di kubu Afrika Selatan, pelatih Hugo Broos datang dengan tekad membungkam kritik yang muncul setelah kekalahan dari Meksiko. Broos mendapat sorotan tajam karena strategi yang diterapkannya pada pertandingan pertama dinilai terlalu defensif dan gagal menghasilkan ancaman berarti ke gawang lawan.
"Saya sudah melatih selama 40 tahun dan akan tetap melakukan apa yang saya yakini," kata Broos ketika menanggapi kritik yang diarahkan kepadanya. Ia menegaskan bahwa timnya harus meraih kemenangan atas Ceko untuk menjaga peluang lolos dari fase grup.
Afrika Selatan juga menghadapi tantangan tambahan karena harus kehilangan beberapa pemain akibat kartu merah pada laga sebelumnya. Kondisi tersebut memaksa Broos melakukan penyesuaian komposisi tim dan strategi permainan.
Secara kualitas skuad, Ceko sedikit lebih diunggulkan. Tim Eropa itu memiliki pengalaman internasional lebih baik dan mengandalkan kekuatan fisik, bola mati, serta ketajaman striker utama mereka, Patrik Schick. Koubek juga dikenal menekankan organisasi permainan yang rapi dan disiplin taktis.
Namun Afrika Selatan bukan lawan yang bisa diremehkan. Bafana Bafana memiliki kecepatan, energi, dan motivasi besar untuk bangkit setelah penampilan mengecewakan pada laga pembuka. Broos yakin anak asuhnya mampu menunjukkan wajah berbeda dalam pertandingan yang sangat menentukan ini.
Pertarungan di lini tengah diperkirakan menjadi kunci. Jika Ceko mampu mendominasi duel fisik dan memaksimalkan situasi bola mati, mereka berpeluang mengontrol jalannya pertandingan. Sebaliknya, Afrika Selatan harus meningkatkan kualitas penguasaan bola dan efektivitas serangan balik untuk mencuri poin.
Dengan Meksiko dan Korea Selatan sama-sama sudah mengoleksi kemenangan, hasil imbang kemungkinan tidak cukup menguntungkan bagi kedua tim. Karena itu, laga di Atlanta diprediksi berlangsung terbuka dengan tensi tinggi sejak menit awal.
Sumber: Reuters FIFA.com, Opta Analyst, Goal South Africa.

Social Header