NEW JERSEY || Timnas Prancis membuka kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Senegal di New York New Jersey Stadium, Selasa (16/6) waktu setempat atau Rabu (17/6/2026) dini hari WIB. Namun, kemenangan itu tidak diraih dengan mudah. Les Bleus sempat tampil buntu lebih dari satu jam pertandingan sebelum akhirnya meledak dengan tiga gol dan mengamankan tiga poin penting di Grup I.
Senegal justru mampu memberikan perlawanan sengit pada babak pertama. Organisasi permainan yang disiplin membuat para bintang Prancis kesulitan menciptakan peluang bersih. Bahkan, tim Afrika tersebut sempat mengancam gawang Mike Maignan dan nyaris mencuri keunggulan sebelum turun minum.
Didier Deschamps mengakui anak asuhnya tampil jauh dari standar yang diharapkan selama 45 menit pertama. Pelatih berusia 57 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya memberikan teguran tegas di ruang ganti saat jeda pertandingan.
“Saya mengatakan beberapa kebenaran kepada para pemain saat turun minum,” ujar Deschamps usai pertandingan. “Kami membuat terlalu banyak kesalahan teknis dan itu membuat kami tidak bisa memaksimalkan situasi berbahaya yang kami ciptakan,” kata dia.
Deschamps menilai timnya beruntung tidak dihukum Senegal ketika permainan masih imbang tanpa gol.
“Kami memiliki terlalu banyak kehilangan bola dan kurang presisi. Untungnya kami tidak kebobolan dari peluang yang mereka miliki di babak pertama,” kata dia.
Perubahan yang dilakukan Deschamps setelah jeda terbukti efektif. Prancis tampil lebih agresif dan mampu meningkatkan tempo permainan. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-66 ketika Kylian Mbappé memanfaatkan umpan Michael Olise untuk membawa Les Bleus unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan. Senegal yang sebelumnya tampil disiplin mulai kehilangan kestabilan, sementara Prancis semakin percaya diri menguasai permainan.
Bradley Barcola yang masuk sebagai pemain pengganti kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-82. Senegal sempat memberi harapan melalui gol Ibrahim Mbaye pada masa injury time, tetapi Mbappé langsung merespons dengan gol keduanya hanya beberapa saat kemudian untuk memastikan kemenangan 3-1.
Selain membawa Prancis meraih kemenangan perdana, dua gol Mbappé juga mengantarkannya mencatat sejarah baru. Penyerang Real Madrid itu kini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional Prancis dengan 58 gol, melewati rekor Olivier Giroud.
Deschamps pun memberikan pujian khusus kepada sang kapten yang kembali menjadi pembeda ketika tim mengalami kesulitan.
“Masih ada orang yang mengkritiknya, tetapi dia pemain yang luar biasa. Tidak semuanya berjalan sempurna untuknya hari ini, namun dia bisa memenangkan pertandingan dalam satu momen,” kata Deschamps.
Pelatih yang membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 itu juga membela kontribusi Mbappé di luar mencetak gol.
“Sebagai kapten, dia melakukan banyak hal untuk tim, baik di dalam maupun di luar lapangan, meskipun ada yang menganggapnya egois,” ucap pria yang membawa Prancis juara Piala Dunia 1998 saat masih menjadi pemain itu.
Meski puas dengan hasil akhir, Deschamps menegaskan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi jika Prancis ingin melangkah jauh dalam turnamen.
“Sangat penting memulai turnamen dengan kemenangan, terutama melawan tim Senegal yang sangat bagus. Banyak tim besar mengalami kesulitan pada pertandingan pertama mereka. Kami berhasil menemukan solusi setelah jeda dan menunjukkan kualitas kami pada babak kedua,” ungkapnya
Kemenangan ini sekaligus menjadi ajang balas dendam simbolis bagi Prancis atas kekalahan mengejutkan 0-1 dari Senegal pada laga pembuka Piala Dunia 2002. Dua puluh empat tahun kemudian, Les Bleus akhirnya mampu menundukkan Singa Teranga di panggung terbesar sepak bola dunia.
Sumber: Reuters, SOFOOT.com, Sports Mole

Social Header