Breaking News

Dua Putra Medan di Sisi Eko Purdjianto, PSMS Bangun Fondasi Kuat untuk Musim Baru

pelatih psms medan
Teks foto: Eko Purdjianto didampingi dua putra Medan sebagai asistennya.(Foto sumber: Instagram/official_psmsmedan)

MEDAN || PSMS Medan tidak hanya melengkapi susunan staf kepelatihan untuk menghadapi musim 2026/2027. Di balik pengumuman resmi yang disampaikan manajemen, tersimpan pesan kuat bahwa Ayam Kinantan sedang berusaha mengembalikan identitasnya dengan melibatkan sosok-sosok yang memahami denyut sepak bola Kota Medan.

Sorotan terbesar tentu tertuju pada dua putra daerah, Sahari Gultom dan Legimin Rahardjo, yang akan mendampingi pelatih kepala Eko Purdjianto dalam mengarungi kompetisi musim depan. Kehadiran keduanya memberi warna tersendiri karena bukan sekadar memiliki kapasitas teknis, tetapi juga ikatan emosional yang kuat dengan klub berjuluk Ayam Kinantan tersebut.

Bagi suporter PSMS, nama Sahari Gultom bukanlah sosok asing. Pria yang akrab disapa Ucok itu resmi kembali ke klub sebagai pelatih kiper, menggantikan Hendro Kartiko. Kepulangannya terasa spesial karena Sahari merupakan salah satu figur yang tumbuh bersama sepak bola Medan sebelum meniti karier di level nasional.

Pengalamannya pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Sahari pernah menjadi bagian dari staf pelatih kiper Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia dan senior. Selain itu, ia juga sempat menangani penjaga gawang di sejumlah klub seperti Karo United, PSIM Yogyakarta, Sulut United, PS TNI, hingga Sumsel United.

Namun bagi pendukung PSMS, nilai terbesar dari kembalinya Sahari bukan hanya deretan pengalaman tersebut. Ia pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan PSMS pada periode 2016-2017 dan 2018-2019. Artinya, Sahari memahami karakter klub, kultur sepak bola Medan, hingga ekspektasi besar yang selalu mengiringi setiap langkah tim kebanggaan Sumatera Utara itu.

Di sisi lain, manajemen juga mempertahankan Legimin Rahardjo sebagai asisten pelatih. Keputusan ini dianggap penting karena Legimin merupakan salah satu legenda hidup PSMS. Namanya memiliki tempat khusus di hati suporter setelah bertahun-tahun mengabdikan diri sebagai pemain sebelum melanjutkan kiprah di dunia kepelatihan.

Legimin dinilai menjadi sosok yang mampu menjembatani visi Eko Purdjianto dengan karakter pemain serta budaya yang telah lama melekat di PSMS. Pengalamannya sebagai mantan pemain dan pelatih membuatnya memahami bagaimana menjaga keseimbangan di ruang ganti sekaligus menerjemahkan kebutuhan tim di lapangan.

Kombinasi Eko Purdjianto, Sahari Gultom, dan Legimin Rahardjo menghadirkan perpaduan menarik antara pengalaman nasional dan kearifan lokal. Eko membawa rekam jejak kepelatihan yang mumpuni, sementara dua putra Medan tersebut menjadi representasi identitas klub yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara.

Selain kedua nama tersebut, PSMS juga menunjuk Asep Ardiansyah sebagai pelatih fisik untuk menggantikan Ruly Hidayansyah. Tugas Asep akan sangat penting dalam memastikan kondisi pemain berada di level terbaik sepanjang musim.

Sementara posisi analis tim tetap dipercayakan kepada Yayan Setiawan. Keputusan mempertahankan Yayan menunjukkan bahwa manajemen ingin menjaga kesinambungan program yang sudah berjalan, terutama dalam aspek analisis performa dan pemetaan kekuatan lawan.

Secara keseluruhan, struktur kepelatihan PSMS musim 2026/2027 menunjukkan arah yang jelas. Klub tidak hanya mencari figur berpengalaman, tetapi juga menghadirkan orang-orang yang memahami apa arti lambang PSMS bagi masyarakat Medan.

Kembalinya Sahari Gultom dan bertahannya Legimin Rahardjo menjadi simbol bahwa PSMS sedang mencoba menyatukan pengalaman, loyalitas, dan identitas lokal dalam satu tujuan besar. Bersama Eko Purdjianto, dua putra Medan itu kini memikul harapan untuk membawa Ayam Kinantan meraih hasil maksimal musim depan dan membuka jalan menuju kembalinya PSMS ke level tertinggi sepak bola Indonesia.

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM