![]() |
| Warga sedang mengantri air bersih (foto:ist) |
Medan - Ribuan pelanggan PDAM Tirtanadi di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang mengalami gangguan pasokan air bersih akibat kerusakan sejumlah mesin instalasi pengolahan air yang dipicu oleh pemadaman listrik berulang.
Gangguan tersebut berdampak pada distribusi air ke sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Medan Amplas, Medan Kota, Medan Area, Medan Perjuangan, Medan Maimun, serta Kecamatan Delitua dan Percut Sei Tuan di Kabupaten Deli Serdang.
Direktur Utama PDAM Tirtanadi, Ardian Surbakti, menjelaskan bahwa kerusakan terjadi pada beberapa komponen mesin di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Delitua. Menurutnya, pemadaman listrik yang terus berulang dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan peralatan mengalami gangguan hingga akhirnya rusak.
"Penyebab matinya air di IPAM Deli Tua, ini salah satunya adalah kerusakan dari pada mesin-mesin kita, karena mungkin beberapa minggu terakhir, sering sekali terjadi pemadaman listrik yang berulang kali terjadi, sehingga banyak komponen dari pada mesin-mesin kita yang terganggu dan rusak," ujar Ardian.
Saat ini, PDAM Tirtanadi tengah melakukan perbaikan menyeluruh terhadap jaringan dan peralatan yang terdampak. Proses tersebut membuat produksi air terpaksa dihentikan sementara demi mempercepat pemulihan sistem.
"Kita fokus untuk memperbaiki keseluruhan kerusakan sehingga kita terpaksa stop produksi pada hari ini. Begitu juga dengan proses penyaluran, karena memang selama ini padam listrik berulang kali. Sehingga tekanan pada pipa kita juga berulang kali terjadi turbulensi, sehingga banyak pipa-pipa kita yang pecah," katanya.
Selain kerusakan mesin, sejumlah pipa distribusi juga mengalami kebocoran dan pecah akibat perubahan tekanan yang terjadi saat listrik padam dan kembali menyala. Salah satu kerusakan paling serius terjadi pada pipa berdiameter 1.000 milimeter di wilayah Delitua.
"Itu yang paling berdampak karena memang pipanya harus kita ganti, pipanya itu pecah. Namun beberapa titik yang lain dapat diperbaiki secara normal," ungkap Ardian.
PDAM Tirtanadi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan layanan yang terjadi dan berharap proses perbaikan dapat selesai sesuai target.
"Mudah-mudahan hari ini kita bisa menyelesaikan semua itu dan diharapkan besok siang atau sore hari air, sudah bisa hidup kembali," tuturnya.
Sumber: Viva Medan

Social Header