NEW JERSEY || Timnas Prancis memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Senegal pada laga Grup I di New York/New Jersey Stadium, Selasa (16/6/2026) atau Rabu (17/6/2026) dini hari WIB. Setelah dibuat frustrasi sepanjang babak pertama, Les Bleus akhirnya menunjukkan kualitasnya di paruh kedua lewat dua gol kapten mereka, Kylian Mbappe, yang sekaligus mencatatkan sejarah baru sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Prancis.
Pertandingan ini tidak berjalan mudah bagi pasukan Didier Deschamps. Senegal tampil berani dan bahkan beberapa kali membuat lini belakang Prancis berada dalam tekanan. Babak pertama berakhir tanpa gol, namun justru tim Afrika tersebut yang menciptakan peluang paling berbahaya. Nicolas Jackson sempat melepaskan tembakan yang membentur tiang gawang, sementara Ismaila Sarr gagal memaksimalkan peluang emas dari jarak dekat menjelang turun minum.
Prancis yang diperkuat deretan bintang seperti Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele terlihat kesulitan menemukan ritme permainan pada 45 menit pertama. Senegal bermain disiplin, agresif dalam menekan, dan mampu meredam kreativitas lini serang lawan. Hingga jeda, skor kacamata tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, wajah Prancis berubah total. Intensitas serangan meningkat dan Michael Olise mulai menjadi motor permainan. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-66.
Berawal dari pergerakan Olise di sisi kanan, gelandang kreatif itu mengirim umpan terukur ke dalam kotak penalti. Mbappe yang bergerak tanpa kawalan langsung menyambar bola dengan penyelesaian klinis ke pojok gawang Senegal. Gol tersebut memecah kebuntuan sekaligus mengubah arah pertandingan.
Setelah unggul, Prancis semakin percaya diri. Senegal yang mulai membuka ruang demi mencari gol balasan justru kembali dihukum pada menit ke-82. Bradley Barcola menggandakan keunggulan Les Bleus melalui penyelesaian dingin setelah menerima aliran serangan cepat dari lini tengah. Skor berubah menjadi 2-0 dan Prancis tampak berada di jalur aman menuju kemenangan.
Namun Senegal tidak menyerah begitu saja. Pada menit ke-90+5, talenta muda Ibrahim Mbaye membangkitkan harapan timnya. Pemain berusia 18 tahun itu melakukan aksi individu impresif sebelum melepaskan tembakan yang gagal dihentikan Mike Maignan. Gol tersebut membuat Senegal memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 dan sempat menghadirkan ketegangan di penghujung laga.
Akan tetapi, drama belum selesai. Hanya berselang satu menit, Mbappe kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia. Sang kapten memanfaatkan ruang yang terbuka di pertahanan Senegal untuk mencetak gol keduanya pada masa injury time.
Melansir Reuters, Gol itu memastikan kemenangan Prancis dengan skor 3-1 sekaligus mengukuhkan Mbappe sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Prancis dengan 58 gol, melampaui rekor 57 gol milik Olivier Giroud.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Prancis dalam persaingan Grup I. Meski sempat tampil kurang meyakinkan pada babak pertama, kualitas individu dan kedalaman skuad akhirnya menjadi pembeda. Di sisi lain, Senegal bisa pulang dengan kepala tegak setelah memberikan perlawanan sengit dan menunjukkan bahwa mereka tetap layak diperhitungkan di turnamen ini.
Sumber: Reuters

Social Header