DALLAS || Sehari menjelang laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026 melawan Belanda, pelatih Tim Nasional Jepang Hajime Moriyasu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka terkait absennya kapten tim Wataru Endo. Dalam konferensi pers yang berlangsung di Dallas, Sabtu (13/6/2026) waktu setempat atau Minggu (14/6/2026), Moriyasu mengaku memikul tanggung jawab penuh atas keputusan yang membuat gelandang senior tersebut gagal tampil di turnamen terbesar sepak bola dunia itu.
Jepang sebelumnya mendapat pukulan telak setelah Endo dipastikan keluar dari skuad Piala Dunia akibat cedera kaki yang tak kunjung pulih. Gelandang berusia 33 tahun milik Liverpool itu kemudian mengumumkan pensiun dari tim nasional setelah gagal mewujudkan impiannya tampil di Piala Dunia terakhir dalam kariernya.
Moriyasu menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah. Ia mengaku harus melakukan banyak pertimbangan bersama tim medis sebelum akhirnya memutuskan bahwa Endo tidak akan mampu menjalani turnamen secara penuh.
"Saya yang membuat keputusan terakhir. Pada akhirnya saya harus melihat apakah dia bisa bermain atau tidak, dan apakah dia bisa tetap berada dalam tim atau tidak," ujar Moriyasu melalui penerjemah.
Seperti diketahui, Jepang akan melakoni laga berat menghadapi unggulan Eropa, Belanda, pada laga Senin (15/6/2026) dini hari WIB di Stadion Dallas (AT&T Stadium) di Arlington, Dallas, Amerika Serikat
Pelatih berusia 57 tahun itu tampak emosional saat menjelaskan situasi yang dialami sang kapten. Ia mengakui bahwa keputusan tersebut menyakiti Endo, yang selama berbulan-bulan berjuang untuk pulih demi bisa tampil di Piala Dunia.
"Saya sungguh-sungguh menyesal karena telah membuat Wataru Endo terluka dan sedih," kata Moriyasu.
Menurut Moriyasu, Endo telah berusaha semaksimal mungkin untuk memulihkan kondisi fisiknya. Bahkan tim medis terus memantau perkembangan cedera yang dialami pemain tersebut hingga hari-hari terakhir sebelum turnamen dimulai.
"Kami membiarkannya mencoba yang terbaik dan staf medis terus menanganinya. Kami mendiskusikan bahwa sepanjang Piala Dunia akan sulit baginya untuk tampil dalam kondisi penuh di setiap pertandingan," jelas Moriyasu.
Kehilangan Endo jelas menjadi kerugian besar bagi Samurai Blue. Selain berstatus kapten, ia merupakan pemain sentral yang menjadi jangkar lini tengah Jepang sepanjang babak kualifikasi. Pengalamannya dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya juga dinilai sangat penting bagi skuad yang kini dihuni banyak pemain muda
Sebagai pengganti Endo, Federasi Sepak Bola Jepang memanggil penyerang Borussia Monchengladbach, Shuto Machino. Sementara ban kapten kini dipercayakan kepada bek Ajax Amsterdam, Ko Itakura. Moriyasu meyakini timnya memiliki cukup karakter untuk menghadapi situasi sulit tersebut.
Meski kehilangan salah satu figur terpenting dalam tim, Moriyasu meminta para pemainnya tidak larut dalam kekecewaan. Fokus utama Jepang saat ini adalah menghadapi Belanda pada laga pembuka yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling berat di Grup F.
"Ketika hal yang tidak terduga terjadi, kami harus memastikan bahwa kami tidak terlalu terkejut atau terguncang olehnya," ujar Moriyasu.
Sumber: Reuters, AFP, Associated Press, FIFA, The Japan Times.

Social Header