Breaking News

Norwegia Bangkit, Maroko Kehilangan Kemenangan di Ujung Laga

maroko norwegia
Teks foto: Hakim merayakan gol Brahim Diaz ke gawang Norwegia (foto kiri), Odegaard mencetak gol penyeimbang ke gawang Maroko. (Foto: Instagram- herrelandslaget/tft_morocco

NEW JERSEY || Harapan Maroko menutup rangkaian uji coba jelang Piala Dunia 2026 dengan kemenangan harus pupus di menit-menit akhir. Dalam laga persahabatan yang digelar di New Jersey, Minggu (7/6) atau Senin , Norwegia menunjukkan karakter kuat dengan bangkit dari ketertinggalan untuk memaksakan hasil imbang 1-1. 

Pertandingan ini mempertemukan dua tim yang datang dengan modal besar menuju putaran final Piala Dunia. Maroko membawa reputasi sebagai salah satu kekuatan Afrika yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir, sementara Norwegia tengah menikmati kebangkitan generasi emas yang dipimpin oleh bintang-bintang mereka di level Eropa. 

Maroko langsung menunjukkan intensitas tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Baru tujuh menit pertandingan berjalan, mereka sudah berhasil memecah kebuntuan melalui aksi Brahim Diaz.

Pemain yang beroperasi di lini serang itu melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan kiper Norwegia, Ørjan Nyland. Gol tersebut menjadi hadiah atas dominasi awal tim asuhan Mohamed Ouahbi yang tampil lebih agresif dalam fase pembukaan pertandingan. 

Setelah unggul, Maroko tidak berhenti menekan. Diaz kembali menjadi pusat permainan dengan sejumlah umpan berbahaya yang membuat pertahanan Norwegia kerepotan. Salah satu peluang terbaik lahir ketika Abdessamad Ezzalzouli menerima servis matang, tetapi gagal mengubahnya menjadi gol kedua.

Keunggulan 1-0 membuat Maroko semakin nyaman memainkan tempo pertandingan. Mereka mampu menjaga penguasaan bola dan memaksa Norwegia lebih banyak bertahan pada sebagian besar babak pertama.

Di sisi lain, Norwegia tampak belum menemukan bentuk permainan terbaiknya. Nama-nama besar seperti Erling Haaland dan Martin Ødegaard sempat kesulitan mendapatkan ruang karena rapatnya organisasi permainan Maroko.

Serangan-serangan Norwegia kerap terhenti di sepertiga akhir lapangan. Kreativitas yang biasanya mengalir lancar dari lini tengah tidak terlihat maksimal sepanjang 45 menit pertama.

Namun, tim asuhan Ståle Solbakken menunjukkan kesabaran. Mereka tidak panik meski tertinggal dan terus berusaha meningkatkan intensitas serangan setelah turun minum. 

Di tengah permainan yang berjalan cukup kompetitif, Maroko mendapat kabar kurang menyenangkan. Bek serbabisa Noussair Mazraoui harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah merasakan ketidaknyamanan fisik.

Situasi semakin rumit ketika Abdessamad Ezzalzouli juga tidak dapat melanjutkan pertandingan setelah mengalami benturan. Kedua insiden tersebut menjadi perhatian serius mengingat Piala Dunia sudah berada di depan mata. 

Meski demikian, Maroko tetap mampu mempertahankan keunggulan mereka hingga memasuki fase akhir laga.

Saat pertandingan tampak akan berakhir dengan kemenangan Maroko, Norwegia akhirnya menemukan celah.

Menit ke-75 menjadi titik balik pertandingan. Oscar Bobb berhasil mengirimkan umpan cerdas ke dalam kotak penalti yang langsung disambut Martin Ødegaard. Kapten Norwegia itu menunjukkan ketenangan luar biasa sebelum melepaskan penyelesaian kaki kiri yang menggetarkan gawang Maroko. Gol tersebut mengubah momentum pertandingan secara drastis.

Norwegia yang sebelumnya kesulitan membongkar pertahanan lawan tiba-tiba bermain lebih percaya diri. Mereka bahkan hampir membalikkan keadaan beberapa menit kemudian saat Kristian Thorstvedt menyambut bola mati dengan sundulan yang hanya melintas tipis di sisi gawang Maroko. 

Pada periode akhir laga, justru Maroko yang dipaksa bertahan total untuk mengamankan hasil imbang.

Skor 1-1 mungkin tidak sepenuhnya memuaskan kedua tim, tetapi pertandingan ini memberikan banyak gambaran menjelang Piala Dunia 2026.

Bagi Maroko, laga ini menunjukkan bahwa mereka masih memiliki kualitas menyerang yang mampu merepotkan lawan kuat. Brahim Diaz tampil menonjol dan menjadi motor utama serangan. Namun, ketidakmampuan mempertahankan keunggulan hingga akhir serta munculnya kekhawatiran soal kondisi fisik beberapa pemain menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. 

Sementara itu, Norwegia bisa pulang dengan rasa percaya diri lebih tinggi. Mereka sempat berada dalam posisi sulit, tetapi mampu menunjukkan mentalitas kuat untuk bangkit. Martin Ødegaard kembali membuktikan pentingnya perannya sebagai pemimpin tim, sementara Oscar Bobb memberi dampak besar setelah masuk ke dalam fase krusial pertandingan. 

Hasil imbang ini menjadi penutup persiapan kedua negara sebelum memasuki panggung terbesar sepak bola dunia.

Maroko akan memulai petualangan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Brasil pada 13 Juni, sedangkan Norwegia dijadwalkan bertemu Irak pada 16 Juni. Kedua tim masih memiliki sejumlah catatan yang perlu diperbaiki, tetapi pertandingan di New Jersey memperlihatkan bahwa mereka datang ke turnamen dengan kualitas yang layak diperhitungkan.

Jika Maroko menunjukkan kemampuan mengontrol pertandingan sejak awal, Norwegia memperlihatkan ketangguhan untuk bangkit dari tekanan. Kombinasi itulah yang membuat duel ini terasa seperti laga Piala Dunia sesungguhnya, meski hanya berstatus uji coba. 

Reuters. Beinsports, thesun.co.uk

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM