MEDAN || Di tengah hujan deras, angin kencang, hingga padamnya lampu stadion yang sempat menghentikan pertandingan, Kamis (4/6/2026) malam, Timnas Indonesia U-19 tetap mampu menjaga konsentrasi dan menuntaskan misinya dengan kemenangan 3-0 atas Timor Leste pada laga ASEAN U-19 Boys' Championship 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara.
Pelatih Indonesia U-19, Nova Arianto, memberikan apresiasi khusus kepada anak asuhnya yang dinilai mampu tetap fokus meski pertandingan sempat terganggu oleh kondisi cuaca dan gangguan listrik. Menurut Nova, situasi tersebut bukan hal mudah bagi pemain muda karena dapat memengaruhi ritme dan mental bertanding.
"Saya melihat pemain tetap bisa menjaga fokus dan konsentrasi setelah pertandingan dilanjutkan. Situasi seperti itu tentu tidak mudah, apalagi saat momentum permainan sedang berjalan," ujar Nova Arianto usai pertandingan.
Gangguan listrik yang terjadi akibat cuaca buruk sempat membuat laga terhenti beberapa menit. Namun setelah kondisi kembali normal, Garuda Muda mampu melanjutkan permainan dengan intensitas yang sama dan tetap mengendalikan jalannya pertandingan.
Nova menilai ketenangan para pemain dalam menghadapi situasi tak terduga menjadi salah satu faktor penting di balik kemenangan meyakinkan tersebut.
Selain memuji mental bertanding skuadnya, pelatih berusia 46 tahun itu juga bersyukur karena target meraih tiga poin berhasil dicapai. Meski demikian, ia menegaskan masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum menghadapi laga berikutnya.
"Kami bersyukur bisa mendapatkan tiga poin dan para pemain mampu menjalankan apa yang sudah dipersiapkan. Tetapi tentu masih ada beberapa hal yang harus dievaluasi agar permainan tim bisa lebih baik lagi ke depan," kata Nova.
Sepanjang pertandingan, Indonesia memang tampil lebih tenang dibanding laga sebelumnya. Garuda Muda mampu mengontrol permainan melalui penguasaan bola yang baik dan tekanan agresif yang membuat Timor Leste kesulitan mengembangkan permainan.
Keunggulan Indonesia lahir menjelang turun minum. Pada menit ke-43, Reno Salampessy berhasil memanfaatkan celah di lini belakang lawan. Lepas dari jebakan offside, ia melewati penjaga gawang Timor Leste sebelum menceploskan bola ke gawang kosong untuk membawa Indonesia unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Timor Leste berupaya tampil lebih menyerang. Namun solidnya pertahanan Indonesia membuat sejumlah serangan lawan mampu dipatahkan sebelum mengancam gawang.
Indonesia kemudian memperlebar keunggulan pada menit ke-62. Berawal dari kemelut di depan gawang Timor Leste, bola hasil sundulan Theodore Leeming disambar Irpan Siregar yang tanpa kesulitan mengarahkan bola ke sudut kiri gawang.
Tiga menit berselang, Garuda Muda kembali menghukum lawannya. Theodore Leeming yang lolos di sisi kanan mengirimkan umpan matang ke depan gawang. Arkhan Kaka yang berdiri bebas langsung menyambar bola dengan tendangan keras untuk mengubah skor menjadi 3-0.
Masuknya Leeming pada babak kedua menjadi salah satu titik balik yang meningkatkan daya gedor Indonesia. Akselerasi dan pergerakannya dari sisi sayap beberapa kali merepotkan pertahanan Timor Leste. Pada menit ke-72, ia hampir ikut mencatatkan nama di papan skor, tetapi sepakannya masih melenceng tipis dari sasaran.
Nova mengakui performa timnya mengalami perkembangan dibanding pertandingan sebelumnya. Ia melihat para pemain mulai lebih berani memainkan bola dan mampu menjaga organisasi permainan dengan lebih baik.
Meski puas dengan hasil yang diraih, Nova mengingatkan para pemain agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, persaingan di Grup A masih terbuka dan setiap pertandingan akan menghadirkan tantangan berbeda.
"Tetap ada evaluasi yang tentunya agar anak-anak bisa lebih baik lagi untuk laga selanjutnya," tegasnya.
Kemenangan atas Timor Leste membuat Indonesia terus bersaing di papan atas klasemen Grup A bersama Vietnam. Pertemuan kedua tim diperkirakan akan menjadi laga krusial dalam perebutan tiket menuju semifinal.
Bagi Nova Arianto, kemenangan besar ini bukan hanya soal tiga gol dan tiga poin. Yang lebih penting adalah bagaimana para pemain menunjukkan kematangan mental saat menghadapi situasi sulit di lapangan. Ketika lampu stadion padam dan cuaca tidak bersahabat, Garuda Muda justru membuktikan bahwa fokus mereka tetap menyala hingga peluit panjang berbunyi.

Social Header