![]() |
| Kejagung mengamankan Sony Sonjaya terkait dugaan kasus korupsi MBG beberapa waktu lalu. (Foto : ist). |
LPC-ONLINE.COM - Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya mengungkapkan. 30 pejabat tinggi terlibat dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan pengakuan Sony, puluhan pihak tersebut turut menikmati aliran dana dari praktik yang kini tengah diusut Kejaksaan Agung. Data terkait nama-nama tersebut tersimpan di telepon genggam milik Sony yang saat ini telah disita penyidik.
Parahnya lagi, sejumlah pihak yang dimaksud merupakan figur besar, namun dia enggan mengungkap identitas mereka ke publik.
Hal itu diungkapkan oleh Elza Syarief selaku kuasa hukum Sony Sonjaya, melansir dari kanal YouTube TVONE, Minggu (7/6/2026).
"26 nama dan lain-lain jadi lebih. Untuk mengetahui semua, ada datanya di handphone di mana handphone itu disita oleh penyidik," ungkap Elza Syarief.
Elza menambahkan kliennya akan mengungkapkan data tersebut yang akan dituangkan ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
“Kami sudah meminta agar keterangannya dibackup dalam BAP. Ada bukti percakapan yang tersimpan di handphone milik Pak Sony,” tegasnya.
Tidak menutup kemungkinan, penyidik memanggil dan memeriksa seluruh pihak yang diimaksud.
Elza menilai, pemeriksaan pihak-pihak yang dimaksud itu penting untuk mengungkap dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Elza menambahkan, karena merasa tidak terlibat langsung dalam praktik jual beli titik SPPG, Sony memutuskan mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC).
Langkah itu diambil agar seluruh pihak yang diduga terlibat dapat terungkap dan tidak seluruh tanggung jawab perkara dibebankan kepadanya.
“Dia tidak ingin semua kesalahan ditimpakan kepadanya. Pak Sony merasa tidak terlibat dalam jual beli titik dan ingin membuka perkara ini agar diketahui siapa saja yang sebenarnya melakukan praktik tersebut,” pungkasnya. (Dik)

Social Header