Teks foto: Ramon Tribulietx, Direktur Teknik PSMS Medan. Foto: Instagram/official_psmsmedan diedit)
MEDAN || Ramon Tribulietx resmi diperkenalkan kepada publik sebagai Direktur Teknik PSMS Medan melalui akun Instagram resmi klub, Sabtu (6/6/2026). Kehadiran pria asal Spanyol itu menandai langkah serius Ayam Kinantan dalam membangun fondasi tim yang lebih modern untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.
PSMS menyambutnya dengan pesan penuh optimisme.
“Datang ke Medan dengan penuh ambisi, membawa pengalaman berharga. Coach Ramon Tribulietx akan menjadi Direktur Teknik tim Ayam Kinantan musim ini. Welcome to PSMS, we make history again!” tulis akun tersebut.
Nama Ramon bukan figur sembarangan di dunia sepak bola. Pelatih kelahiran Barcelona, 20 September 1972 itu memiliki rekam jejak panjang di berbagai negara dengan pencapaian yang cukup mencolok, terutama ketika menangani klub raksasa Selandia Baru, Auckland City FC. Ia dikenal sebagai salah satu pelatih tersukses di kawasan Oseania setelah membawa Auckland City menjuarai tujuh gelar beruntun OFC Champions League pada periode 2011 hingga 2017, catatan yang menjadikannya salah satu pelatih dengan dominasi kontinental paling panjang di dunia.
Tak hanya berjaya di level regional, Ramon juga mencatat pencapaian bersejarah di panggung dunia. Di bawah arahannya, Auckland City mengejutkan banyak pihak saat merebut posisi ketiga Piala Dunia Antarklub FIFA 2014 di Maroko. Klub semi-profesional asal Selandia Baru itu bahkan mampu bersaing melawan tim-tim besar dan menjadi sorotan dunia sepak bola internasional. Ramon kemudian menyebut pencapaian tersebut sebagai salah satu momen terbaik sepanjang karier kepelatihannya.
Perjalanan karier Ramon terbilang panjang dan lintas negara. Sebelum bersinar bersama Auckland City, ia memulai kiprahnya sebagai asisten pelatih di sejumlah klub Spanyol seperti UE Sant Andreu, UE Figueres, dan UE Castelldefels.
Setelah meninggalkan Auckland City pada 2019, Ramon sempat menangani klub Rusia FC Akron Tolyatti, menjadi staf kepelatihan klub Hungaria Budapest Honvéd, hingga dipercaya melatih United City FC di Filipina pada 2024. Ia juga pernah terlibat dalam pengembangan metodologi sepak bola di lingkungan Barça Academy dan proyek sepak bola berbasis filosofi Barcelona. ([Wikipedia][2])
Kini, tantangan baru menantinya di Kota Medan. Sebagai Direktur Teknik, Ramon diproyeksikan tak hanya membantu pengembangan filosofi bermain tim senior, tetapi juga membangun sistem pembinaan dan arah teknis klub secara lebih menyeluruh. Langkah ini memperlihatkan keseriusan PSMS Medan dalam membangun kekuatan jangka panjang demi mengembalikan kejayaan klub yang pernah menjadi salah satu raksasa sepak bola Indonesia.
Bagi publik sepak bola Sumatera Utara, kedatangan Ramon menghadirkan harapan baru. Sosok dengan pengalaman internasional, reputasi juara, serta filosofi permainan modern kini berada di belakang layar Ayam Kinantan. Pertanyaannya tinggal satu: mampukah Ramon membantu PSMS menulis sejarah baru seperti jargon klub saat ini, "we make history again”?
Sumber: nzfootball.co.nz

Social Header