MEDAN || Setelah sempat vakum selama dua tahun, gelaran Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) akhirnya dipastikan kembali hadir pada 2026. Ajang tahunan yang selama ini menjadi ruang promosi budaya, ekonomi, hingga hiburan masyarakat Sumut itu diproyeksikan mampu menarik sedikitnya 300 ribu pengunjung sepanjang pelaksanaannya.
Harapan tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, saat temu pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (2/6/2026).
Menurut Sulaiman, target ratusan ribu pengunjung bukan sekadar angka kehadiran, tetapi juga diharapkan memberi dampak nyata terhadap geliat ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Target kita 300 ribu pengunjung. Tentu ini akan menciptakan perputaran ekonomi yang besar, terutama bagi UMKM,” ujarnya.
Memasuki penyelenggaraan ke-50, PRSU tahun ini mengangkat tema “Harmoni Emas”. Tema tersebut dipilih sebagai simbol kebersamaan dalam keberagaman budaya Sumatera Utara, sekaligus momentum untuk mengangkat sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah ke level yang lebih tinggi.
Tak hanya menampilkan pameran produk unggulan dan kekayaan budaya, PRSU 2026 juga disiapkan lebih segar dengan berbagai kompetisi yang dekat dengan generasi muda. Beragam agenda telah dipersiapkan, mulai dari lomba tari kreasi hingga tantangan media sosial (social media challenge) yang terbuka untuk masyarakat luas.
Kemeriahan acara pembukaan pun dipastikan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pengunjung akan disuguhi hiburan dari artis lokal maupun nasional, ditambah atraksi drone LED show yang diproyeksikan menjadi salah satu magnet utama pembukaan.
“Selain penampilan artis lokal dan nasional, nanti ada juga pertunjukan drone LED show pada pembukaan,” kata Sulaiman.
PRSU 2026 juga akan menghadirkan berbagai layanan publik yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Sejumlah stan pelayanan disiapkan, seperti pojok pajak, fasilitas kemudahan investasi, kegiatan donor darah, hingga layanan pemeriksaan kesehatan rutin.
Dari sisi partisipasi daerah, antusiasme kabupaten/kota di Sumatera Utara disebut cukup tinggi. Hingga awal Juni, sebanyak 28 dari total 33 kabupaten/kota telah memastikan keikutsertaan mereka dalam ajang ini. Sementara beberapa daerah lain masih dalam tahap konfirmasi.
Tak hanya peserta domestik, keterlibatan pihak internasional juga mulai dijajaki. Sulaiman mengungkapkan sejumlah negara sahabat berpotensi kembali meramaikan PRSU seperti pada penyelenggaraan sebelumnya.
“Kami masih menunggu konfirmasi dari negara sahabat yang biasanya ikut berpartisipasi. Konjen Malaysia juga sudah menghubungi saya terkait stand Pulau Penang di PRSU,” ungkapnya.
PRSU ke-50 dijadwalkan berlangsung selama 31 hari, mulai 3 Juli hingga 2 Agustus 2026 di kawasan Pekan Raya Sumatera Utara, Jalan Gatot Subroto, Medan.
Menariknya, tahun ini PRSU hadir dengan maskot baru berupa orang utan, satwa yang dipilih langsung oleh Gubernur Sumut sebagai simbol kekayaan fauna khas Sumatera.
“Maskot PRSU sudah dipilih Bapak Gubernur, yaitu orang utan, hewan khas yang ada di Sumut,” tutur Sulaiman.

Social Header