![]() |
| Ilustrasi |
Konawe Selatan – Aparat kepolisian menangkap seorang pria berinisial IS (28) yang diduga menganiaya istrinya sendiri, AS (24), hingga meninggal dunia di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
Pelaku diamankan Tim URC Buser77 Satreskrim Polresta Kendari bersama Intelmob Polda Sultra pada Minggu (31/5/2026), setelah penyelidikan atas kematian korban yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
Hasil autopsi yang dilakukan tim dokter forensik RS Bhayangkara Kendari mengungkap adanya puluhan luka pada tubuh korban. Selain itu, ditemukan pula pembengkakan otak yang diduga menjadi salah satu penyebab kematian.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, menjelaskan bahwa pemeriksaan forensik menemukan banyak luka memar yang tersebar di berbagai bagian tubuh korban.
“Ditemukan sebanyak 28 luka memar pada tubuh korban, mulai dari bagian kepala, wajah, dada, lengan, hingga kaki. Selain itu terdapat pembengkakan otak dan sejumlah temuan lain pada organ dalam kepala korban,” ujarnya.
Menurut hasil autopsi, luka-luka tersebut meliputi memar pada bagian belakang dan depan kepala, pipi, kelopak mata, dada, bahu, lengan, panggul, paha, hingga betis dan pergelangan kaki.
Tim dokter forensik juga menemukan resapan darah pada kepala, memar di jaringan kepala, pembengkakan hebat pada otak, serta pelebaran pembuluh darah pada selaput otak.
Dari hasil penyelidikan sementara, aksi kekerasan yang dilakukan pelaku diduga dipicu rasa cemburu berlebihan. Pelaku disebut kerap menuduh korban berselingkuh tanpa alasan yang jelas.
Penyidik juga mendalami dugaan adanya perilaku menyimpang yang membuat pelaku memperoleh kepuasan saat korban mengalami penderitaan akibat kekerasan yang dilakukan.
Korban dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (30/5/2026). Namun, keluarga baru menerima kabar kematian tersebut pada malam harinya. Kondisi ini menambah kecurigaan sehingga kasus tersebut akhirnya dilaporkan kepada pihak berwajib.
Saat ini pelaku telah diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polresta Kendari. Polisi masih mendalami motif serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban kehilangan nyawanya.
Sumber: Tribun

Social Header