Breaking News

Sumut Perkuat Status Destinasi Sport Tourism Dunia Lewat Trail of The Kings by UTMB

Teks foto: Jajaran Pemerintah Provinsi Sumut, Pemerintah Kabupaten Samosir, dan pemangku kepentingan terkait berfoto bersama usai membahas kesiapan penyelenggaraan Trail of The Kings by UTMB 2026. (Foto: Diskominfo Sumut)

MEDAN || Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus memanfaatkan ajang olahraga berskala internasional sebagai sarana untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Salah satu langkah yang kini menjadi perhatian adalah penyelenggaraan Trail of The Kings by UTMB 2026 di Kabupaten Samosir yang akan berlangsung pada 12–14 Juni mendatang.

Melalui event lari lintas alam tersebut, Sumut tidak hanya menargetkan sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga ingin memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism (wisata olahraga)  yang mampu menarik wisatawan dari berbagai negara.

Hal itu mengemuka dalam Rapat Finalisasi Persiapan Penyelenggaraan Trail of The Kings by UTMB 2026 yang digelar di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Jumat (5/6/2026).

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut menegaskan bahwa event olahraga internasional memiliki dampak yang jauh lebih luas dibanding sekadar kompetisi. Menurutnya, kehadiran ribuan peserta dan pendamping akan memberikan efek positif bagi sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga usaha masyarakat setempat.

"Kegiatan ini sudah kedua kali. Ini adalah salah satu event yang mempunyai dampak meningkatkan perekonomian, juga menarik para wisatawan asing. Trail of The Kings by UTMB ini menjadikan Provinsi Sumatera Utara sebagai destinasi sport tourism unggulan," ujarnya.

Karena itu, pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh aspek penyelenggaraan berjalan optimal. Mulai dari transportasi, layanan kesehatan, kebersihan kawasan wisata hingga kesiapan fasilitas pendukung lainnya menjadi perhatian utama menjelang pelaksanaan kegiatan.

Dalam rapat tersebut, Pj Sekdaprov Sumut juga meminta seluruh perangkat daerah bekerja secara terintegrasi agar para peserta memperoleh pengalaman terbaik selama berada di Sumatera Utara.

 "Untuk Dinas Kesehatan, dipetakan titik posko kesehatan, lakukan pengecekan rumah sakit rujukan di sekitar lokasi. Pastikan kebersihannya, kerapihan, terutama di wilayah waterfront city, dekat pasar," katanya.

Pemerintah berharap kualitas pelaksanaan tahun ini dapat melampaui penyelenggaraan sebelumnya. Kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, aparat keamanan, serta berbagai pihak terkait dinilai menjadi kunci suksesnya event tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta terus meningkat. Pendaftaran resmi telah ditutup dengan total 1.015 pelari dari 34 negara yang dipastikan ambil bagian.

Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan dibanding tahun lalu yang diikuti peserta dari 27 negara.

"Ada kenaikan jumlah partisipasi untuk tahun 2026. Pada tahun 2025 partisipasi pelari berasal dari 27 negara. Kami juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk pengamanan penyebrangan ke Samosir," ujar Yuda.

Ajang ini akan dipusatkan di kawasan Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir. Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dijadwalkan melepas peserta secara langsung. Untuk kategori utama 100 kilometer, start akan dilakukan pada pukul 03.00 WIB.

Selain kategori 100K, panitia juga membuka nomor 60K, 28K, 10K, 5K, hingga Kids Race sehingga memungkinkan partisipasi pelari dari berbagai kelompok usia dan tingkat kemampuan.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Samosir menyambut positif kehadiran kembali event internasional tersebut. Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menilai Trail of The Kings by UTMB bukan hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga kesempatan besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.

"Kami siap mendukung kegiatan ini. Akan ada dampak ekonomi bagi masyarakat Samosir," kata Vandiko.

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM