NEW JERSEY || Piala Dunia 2026 langsung menyajikan salah satu pertandingan paling menarik pada fase grup saat Prancis menghadapi Senegal dalam laga pembuka Grup I di Stadion New York New Jersey, Selasa (17/6/2026) atau Rabu (17/6/2026) dini hari WIB. Pertemuan ini menghidupkan kembali memori kejutan besar pada Piala Dunia 2002 ketika Senegal menumbangkan juara bertahan Prancis dengan skor 1-0.
Kali ini situasinya berbeda. Prancis datang sebagai salah satu favorit juara dengan skuad bertabur bintang yang dipimpin Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, hingga William Saliba. Sementara Senegal mengandalkan kombinasi pengalaman dan fisik kuat yang selama ini menjadi ciri khas Singa Teranga.
Grup I disebut banyak pengamat sebagai salah satu grup paling kompetitif di Piala Dunia 2026. Selain Prancis dan Senegal, grup ini juga dihuni Norwegia serta Irak. Karena itu, kemenangan pada pertandingan pertama akan menjadi modal sangat penting dalam perebutan tiket ke babak gugur.
Prancis menghadapi tekanan besar sebagai unggulan grup. Les Bleus juga berambisi menghapus kenangan buruk dari pertemuan pertama mereka melawan Senegal di panggung Piala Dunia.
Meski demikian, pelatih Didier Deschamps menegaskan bahwa timnya tidak datang dengan misi balas dendam.
"Tidak ada pemikiran tentang balas dendam. Itu bukan sesuatu yang ada dalam sepak bola," ujarnya.
Menurut Deschamps, sebagian besar pemainnya bahkan belum lahir ketika Senegal mengejutkan Prancis pada Piala Dunia 2002.
"Banyak pemain kami bahkan belum lahir saat itu. Kami fokus pada pertandingan sekarang, bukan masa lalu," ungkapnya.
Deschamps menilai Senegal merupakan lawan yang sangat kuat dan layak mendapat penghormatan penuh.
"Mereka tim yang sangat kompetitif, atletis, dan memiliki banyak pemain berkualitas," ungkapnya.
Menjelang pertandingan, perhatian besar tertuju kepada kapten Prancis Kylian Mbappe. Penyerang andalan Les Bleus itu belum mencetak gol dalam dua laga pemanasan terakhir, namun Deschamps tetap menunjukkan kepercayaan penuh kepada bintang Real Madrid tersebut.
"Kylian adalah Kylian," ujar Didier.
Deschamps menegaskan bahwa kualitas Mbappe tidak perlu dipertanyakan hanya karena beberapa pertandingan tanpa gol.
"Dia selalu memiliki kemampuan untuk membuat perbedaan kapan saja, sebutnya.
Prancis juga mendapat suntikan pengalaman dari kembalinya N'Golo Kante yang absen pada Piala Dunia 2022 akibat cedera. Gelandang veteran itu diperkirakan menjadi kunci keseimbangan permainan Les Bleus saat menghadapi agresivitas lini tengah Senegal.
Di kubu Senegal, pelatih Pape Thiaw menegaskan timnya datang ke Amerika Serikat bukan sekadar menjadi peserta. Senegal membawa reputasi sebagai salah satu kekuatan terbesar Afrika dalam beberapa tahun terakhir.
Skuad yang diperkuat Sadio Mane, Kalidou Koulibaly, Edouard Mendy, dan sejumlah pemain yang berkarier di liga-liga elite Eropa diyakini mampu memberikan perlawanan sengit kepada Prancis.
Thiaw sebelumnya menegaskan bahwa timnya menghormati Prancis, tetapi tidak akan bermain dengan rasa inferior.
"Kami menghormati Prancis, tetapi kami juga percaya pada kualitas yang kami miliki," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Senegal ingin menunjukkan kemampuan terbaik sejak laga pertama.
"Kami datang untuk bersaing dan membuktikan bahwa Senegal bisa menghadapi siapa pun."
Pertandingan ini juga menghadirkan duel menarik antara dua ikon sepak bola dunia. Mbappe akan menjadi tumpuan utama serangan Prancis, sementara Senegal berharap banyak kepada pengalaman dan kepemimpinan Sadio Mane.
Opta menempatkan Prancis sebagai favorit dengan peluang kemenangan hampir 65 persen. Namun sejarah menunjukkan Senegal memiliki kemampuan menciptakan kejutan saat menghadapi tim-tim besar.
Sumber: Reuters, FIFA, The Guardian, Opta Analyst, Goal.com.

Social Header