Breaking News

UFC Abu Dhabi Panas! Ankalaev vs Rountree Resmi, Duel Keras Kelas Berat Ringan Menanti

ankalaev rountree
Teks foto: Magomed Ankalaev akan menghadapi Khalil Rountree di AUFC Abu Dhabi Juli mendatang. (Foto: ufc.com diedit)

ABU DHABI || UFC kembali menyiapkan pertarungan besar untuk penggemar MMA dunia. Organisasi seni bela diri campuran terbesar itu resmi mengumumkan duel Magomed Ankalaev vs Khalil Rountree Jr. sebagai laga utama UFC Fight Night Abu Dhabi yang akan berlangsung pada 25 Juli 2026 di Etihad Arena, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Pengumuman itu disampaikan UFC melalui berbagai platform resmi pada Senin (1/6/2026), sekaligus memastikan salah satu duel paling eksplosif di divisi kelas berat ringan tahun ini.

Pertarungan ini bukan sekadar laga biasa. Kedua petarung datang membawa misi besar: bangkit, memburu jalur perebutan gelar, dan membuktikan diri masih layak diperhitungkan di puncak divisi 205 pound.

Bagi Magomed Ankalaev, laga di Abu Dhabi terasa seperti kesempatan memulai ulang perjalanan. Petarung asal Dagestan, Rusia, itu akan kembali ke oktagon untuk pertama kalinya setelah kehilangan sabuk juara kelas berat ringan dari Alex Pereira di UFC 320 pada Oktober tahun lalu. Kekalahan TKO cepat tersebut sekaligus menghentikan laju tujuh tahun tanpa kalah yang sempat membuat Ankalaev ditakuti banyak rival. 

Meski sempat terpukul, rekam jejak Ankalaev masih membuatnya menjadi salah satu ancaman terbesar di divisi. Petarung berusia 34 tahun itu memiliki rekor profesional 21 kemenangan, 2 kekalahan, dan 1 imbang. Dari jumlah tersebut, 10 kemenangan diraih lewat knockout, menunjukkan kombinasi striking keras dan ketenangan khas petarung Dagestan. Selain kemampuan berdiri, latar belakang combat sambo dan gulat membuatnya dikenal sebagai petarung komplet yang sulit dibaca lawan. 

Di sudut seberang, Khalil Rountree Jr. datang dengan gaya bertarung yang jauh berbeda, lebih liar, agresif, dan sering kali penuh ledakan. Petarung Amerika Serikat berjuluk The War Horse itu punya reputasi sebagai pemukul keras yang mampu mengakhiri laga dalam sekejap.

Rountree tercatat memiliki rekor 14 kemenangan dan 7 kekalahan, dengan sebagian besar kemenangan diraih lewat knockout brutal. Meski sempat gagal merebut sabuk juara saat menghadapi Alex Pereira pada 2024, namanya tetap diperhitungkan berkat gaya bertarung eksplosif yang selalu menjanjikan hiburan bagi penggemar. Ia juga sempat bangkit lewat kemenangan atas mantan juara Jamahal Hill sebelum kembali mengalami hasil pahit melawan Jiří Procházka.

Yang membuat duel ini menarik adalah benturan gaya bertarung. Ankalaev dikenal sabar, metodis, dan sangat disiplin menjaga jarak. Ia jarang terbawa emosi, lebih memilih mengendalikan ritme sambil menunggu celah lawan. Sebaliknya, Rountree kerap tampil meledak-ledak, berani bertukar pukulan, dan tidak ragu mengambil risiko besar demi menciptakan knockout spektakuler. 

Pengumuman laga ini langsung memancing antusiasme karena hasil akhirnya diyakini bakal berdampak besar pada peta persaingan kelas berat ringan UFC. Jika Ankalaev menang, ia bisa kembali masuk antrean perebutan gelar lebih cepat. Namun bila Rountree berhasil membuat kejutan, jalur menuju pertarungan perebutan sabuk akan kembali terbuka baginya.

Abu Dhabi sendiri sudah lama menjadi panggung spesial bagi UFC untuk laga-laga besar internasional. Dengan atmosfer Etihad Arena yang terkenal riuh dan basis penggemar MMA yang terus berkembang di Timur Tengah, duel Ankalaev kontra Rountree diprediksi menjadi salah satu tontonan paling panas musim panas ini. Kini pertanyaannya tinggal satu: apakah Ankalaev bisa bangkit dari luka lama, atau justru Rountree yang membuat kejutan besar di gurun Abu Dhabi? 

Sumber: nationalnews.con, economictimes.com, sherdog.com 

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM