![]() |
| Aksi seorang ibu dan suaminya sujud di depan baliho Bobby Nst (foto: ist) |
Medan – Video seorang ibu yang bersujud di depan baliho Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sambil memohon bantuan biaya pengobatan anaknya menjadi sorotan publik. Menanggapi viralnya video tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kesehatan Sumut menjelaskan kronologi kejadian yang sebenarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Faisal Hasrimy, mengatakan anak dari pasangan tersebut awalnya dirawat di RS Pertamina Pangkalan Brandan setelah mengalami luka tusuk pada 31 Mei 2026.
"Setelah mendapatkan penanganan awal, dokter menyarankan pasien dirujuk ke rumah sakit di Medan karena membutuhkan penanganan dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular," ujar Faisal dalam keterangan tertulis, Minggu (7/6/2026).
Menurut Faisal, keluarga pasien kemudian memilih melanjutkan pengobatan di RS Mitra Medika Premiere Medan. Namun rumah sakit tersebut tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga seluruh biaya perawatan menjadi tanggungan pribadi pasien.
"Keluarga tetap memutuskan untuk melanjutkan pengobatan di rumah sakit tersebut meskipun tidak dapat menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan," katanya.
Seiring berjalannya perawatan, keluarga pasien mengaku keberatan dengan besarnya biaya yang harus dibayarkan. Menyikapi kondisi itu, Dinas Kesehatan Sumut bersama Direktur RS Pertamina Pangkalan Brandan melakukan komunikasi dengan pihak rumah sakit untuk membantu meringankan beban keluarga pasien.
"Total tagihan sebesar Rp147 juta. Setelah kami komunikasikan dengan pihak rumah sakit, diberikan keringanan sehingga menjadi Rp129,574 juta," jelas Faisal.
Ia menambahkan, keluarga pasien sebelumnya telah menyetorkan uang sebesar Rp45 juta sebagai deposit, sehingga sisa tagihan yang harus dibayar menjadi Rp84,574 juta.
"Keluarga pasien juga telah melakukan deposit sebesar Rp45 juta, sehingga sisa tagihan menjadi Rp84,574 juta," ujarnya.
Selain memberikan potongan biaya, pihak rumah sakit juga memberikan kelonggaran waktu pembayaran hingga 10 Juni 2026.
"Ketika keluarga pasien belum dapat melunasi tagihan, pihak rumah sakit berkomitmen memberikan waktu pembayaran sampai 10 Juni 2026. Sementara itu, kami terus berupaya mencari solusi agar beban biaya dapat semakin berkurang," kata Faisal.
Faisal berharap masyarakat dapat memanfaatkan program kesehatan yang telah disediakan pemerintah, seperti Universal Health Coverage (UHC) dan Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah.
"Dinkes Sumut telah memberikan penjelasan dan edukasi kepada keluarga pasien terkait mekanisme layanan Universal Health Coverage (UHC) dan Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah. Karena itu, kami menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan program tersebut agar tidak terbebani biaya pengobatan," tuturnya.
Sebelumnya, video pasangan suami istri yang menangis dan memohon bantuan kepada Bobby Nasution viral di media sosial. Dalam video tersebut, sang ibu terlihat bersujud di depan baliho Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Sumut Surya sambil meminta bantuan untuk biaya pengobatan anaknya yang masih dirawat di rumah sakit.
"Pak bantu kami pak, anak saya terbaring di Rumah Sakit Mitra Medika Premiere. Biayanya terlalu besar, kami sudah tidak punya uang lagi. Rumah pun sudah saya gadaikan untuk menebus anak saya," ucap sang ibu dalam video yang beredar luas di media sosial.
Sumber: Kompas

Social Header