Breaking News

Wanita Dibegal Saat Berangkat Kerja di Flyover Brayan Medan

Wanita korban begal di Fly Over Brayan Medan (foto: ist) 


Medan– Aksi kejahatan jalanan kembali meresahkan warga Kota Medan. Seorang wanita menjadi korban pembegalan saat hendak berangkat kerja dan melintas di kawasan Flyover Brayan, Kecamatan Medan Timur, Minggu (7/6/2026) pagi.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.40 WIB itu viral di media sosial setelah video korban yang masih syok dan menangis beredar luas. Dalam rekaman tersebut, korban mengaku dicegat oleh sekelompok pelaku yang membawa senjata tajam.

Sambil menahan tangis, korban menceritakan dirinya dihentikan oleh sejumlah pria yang datang menggunakan dua sepeda motor.

"Ada sekitar enam orang, masih muda-muda. Aku takut kali," ujar korban dengan suara bergetar.

Korban mengatakan dirinya berangkat dari kawasan Jalan Krakatau menuju tempat kerja ketika para pelaku menghadangnya.

"Aku mau kerja, bang. Mereka bawa kayu sama pisau," katanya.

Akibat kejadian itu, sepeda motor Honda Vario milik korban berhasil dibawa kabur oleh para pelaku. Selain kehilangan kendaraan, korban juga mengalami trauma akibat ancaman yang diterimanya.

Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Alwan, membenarkan adanya informasi terkait peristiwa pembegalan tersebut. Namun hingga Minggu malam, korban disebut belum membuat laporan resmi ke polisi.

"Kami masih melakukan penyelidikan. Untuk laporan dari korban sepertinya belum ada," kata Alwan.

Ia menjelaskan, pihaknya juga tengah mengembangkan penyelidikan terhadap sejumlah pelaku kejahatan jalanan yang sebelumnya diamankan Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut.

"Kami cek dan dalami apakah ada keterkaitan dengan aksi kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Medan Timur," ujarnya.

Kasus ini menambah daftar panjang aksi pembegalan di kawasan Medan Timur. Sebelumnya, seorang pramugara PT Kereta Api Indonesia bernama Ridho Tri Syahputra (21) juga menjadi korban begal di Jalan Krakatau.

Ridho mengaku dihadang oleh sekelompok pelaku yang berjumlah sekitar tujuh hingga delapan orang dengan menggunakan empat sepeda motor.

"Saya baru pulang kerja dari Stasiun Medan sekitar pukul 04.30 WIB. Tiba-tiba dipepet dan dicegat beberapa orang," ungkap Ridho.

Menurutnya, salah seorang pelaku turun sambil mengacungkan celurit ke arah wajahnya.

"Mereka ramai sekali. Ada yang membawa beberapa celurit. Karena takut, saya tidak bisa berbuat banyak," katanya.

Motor Honda Vario miliknya pun dirampas para pelaku. Hingga kini, kasus tersebut belum berhasil diungkap dan kendaraan korban juga belum ditemukan.

Sejumlah warga menyebut kawasan Jalan Krakatau, Jalan Cemara hingga Flyover Brayan masih menjadi titik rawan aksi begal, terutama pada malam hingga menjelang pagi hari. Masyarakat berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli dan penindakan guna memberikan rasa aman bagi pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.


Sumber : Medan Pos

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM