Breaking News

Wamenkes Apresiasi Bupati Langkat

 

Bupati Langkat (kiri) memberikan penjelasan terkait kondisi pelayanan kesehatan kepada rombongan Wamenkes 

LANGKAT-LPC-Online | Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Oktavianus, memberikan apresiasi terhadap Bupati Langkat, Syah Afandin, yang dinilai cepat dalam pemulihan layanan kesehatan pasca banjir. 

Apresiasi itu disampaikan Benjamin saat kunjungan kerja meninjau fasilitas pelayanan kesehatan yang terdampak banjir di Kabupaten Langkat, Kamis (4/12).

Pada kesempatan itu, Benjamin menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan menyesuaikan langkah intervensi berdasarkan tingkat kerusakan sarana dan prasarana kesehatan di daerah terdampak.

“Kementerian Kesehatan akan memastikan dukungan sesuai kebutuhan daerah. Sehingga pemulihan layanan kesehatan dapat berjalan cepat dan terarah,” ujar Benjamin.

Sementara itu, Bupati Langkat H. Syah Afandin menjelaskan, bahwa banjir memberikan dampak yang besar terhadap sarana kesehatan, terutama kerusakan peralatan medis.

“Sekitar 70 persen alat kesehatan mengalami kerusakan. Kami berharap dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan agar layanan kesehatan dapat segera pulih dan masyarakat bisa kembali terlayani dengan baik,” ujar Afandin.

Afandin juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat melalui kunjungan langsung Wakil Menteri Kesehatan, yang dinilai sangat membantu dalam percepatan penanganan dan pemulihan fasilitas kesehatan di Kabupaten Langkat.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat, dr Juliana, melaporkan perkembangan kondisi fasilitas kesehatan pascabanjir. 

Menurutnya, dampak banjir yang melanda Langkat mengakibatkan 7 rumah sakit  terendam, satu diantaranya mengalami rusak berat, yakni RSUD Tanjung Pura.

Untuk Puskesmas, lanjutnya, terdapat 32 unit  dan 23 diantaranya ikut terdampak. "Ada 15 Puskesmas rusak ringan dan 4 rusak berat," ungkapnya. 

Sedangkan Pustu, sebutnya, mengalami rusak ringan 46 unit dan 10 rusak berat. "Kerusakan juga dialami Polindes sebanyak 60 unit rusak ringan dan 25 rusak berat," paparnya. 

Agar pasien di RSUD Tanjung Pura tetap mendapat layanan, sambung de Juliana, Pihkanya memindahkan seluruh pasien ke RSU Putri Bidadari pada 30 November 2025. Sementara, pelayanan RSUD Tanjung Pura dihentikan. 

"Sebagai langkah tanggap darurat, Dinas Kesehatan telah mengoperasikan posko siaga bencana 24 jam melalui PSC 119 untuk memastikan pelayanan medis tetap tersedia bagi masyarakat," imbuhnya. (LP05) 



© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM