Aceh || Kayu-kayu gelondongan terbawa arus dan mengepung rumah warga di desa-desa di Kecamatan Tanjung Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, usai banjir yang melanda wilayah tersebut.
KAYU: Seorang warga melintasi hamparan kayu yang terbawa banjir di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Tj Karang, Kecamatan Tanjung Karang Baru, Aceh Tamiang, Sabtu (6/12/2025).Salah satu tumpukan kayu terbanyak, terlihat memenuhi area Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Tj Karang, Kecamatan Tanjung Karang Baru, Aceh Tamiang, Sabtu (6/12/2025).
Tumpukan kayu tersebut membuat akses menuju Desa Tanjung Karang terhambat, ditambah lumpur tebal yang terbawa banjir.
Akibatnya, bantuan sulit untuk masuk ke wilayah itu dan mengharuskan warga berjalan belasan kilometer untuk mendapat bantuan.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat menimbulkan hampir seribu korban jiwa.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir-tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat bertambah pada Minggu (7/12/2025).
Berdasar data di website resmi, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana itu sebanyak 916 orang, bertambah 2 orang dari data Sabtu (6/12/2025) sore. Sementara jumlah orang hilang sebanyak 274 jiwa.
BNPB juga melaporkan sebanyak 4.200 orang terluka akibat bencana itu. Lalu ada 1.300 fasilitas umum rusak, 199 fasilitas kesehatan rusak dan 697 fasilitas pendidikan rusak.
Selain itu, BNPB melaporkan 420 rumah ibadah rusak, 234 gedung atau kantor rusak dan 405 jembatan rusak.(bbs/fan)
Social Header