Langkat || Empat pejabat Tinggi Pratama dan fungsional di jajaran Pemerintah Kabupaten Langkat dilantik Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Kamis (12/2/2026).
BERSAMA: Empat pejabat yang baru dilantik foto bersama dengan Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Kamis (12/2/2026).
Keempat pejabat yang dilantik itu, Faizal Rizal Matondang sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Kabupaten Langkat, Iqbal Nur Asrori sebagai Perencana Ahli Muda pada Bappeda Litbang Kabupaten Langkat, Muhammad Yusuf sebagai Perencana Ahli Pratama pada Bappeda Litbang Kabupaten Langkat, serta Masliza Adawiyah sebagai Perencana Ahli Muda pada Bappeda Litbang Kabupaten Langkat.
Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Bupati Langkat Nomor 800.1.3.3/1/BKD/2026 tanggal 7 Januari 2026 dan Nomor 800.1.3.3/3/BKD/2026 tanggal 21 Januari 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan PNS dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Eselon II dan Jabatan Fungsional.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti menegaskan, jabatan pimpinan tinggi pratama merupakan posisi strategis sebagai motor penggerak organisasi.
“Kepada pejabat pimpinan tinggi yang baru dilantik, jabatan saudara adalah posisi strategis yang membutuhkan kepemimpinan inovatif, objektif, serta mampu melakukan analisis tajam dalam mengeksekusi kebijakan-kebijakan krusial. Jalin komunikasi yang baik antarperangkat daerah agar seluruh program prioritas dapat tersinkronisasi dengan tepat,” tegasnya.
Secara khusus, Wakil Bupati juga memberikan penekanan kepada pejabat fungsional perencana yang baru dilantik. Ia menyebut bahwa perencanaan merupakan jantung dari setiap kebijakan pembangunan.
“Tugas Saudara adalah pondasi awal pembangunan. Saya minta lakukan perencanaan yang berbasis pada data dan fakta di lapangan. Pastikan setiap dokumen perencanaan mampu menjawab tantangan ekonomi, penguatan infrastruktur, hingga pengendalian inflasi di daerah kita. Ketelitian Saudara dalam menyusun strategi akan menentukan seberapa besar manfaat yang diterima masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah yang tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada negara, tetapi juga kepada Allah SWT.(rel/fan)
Social Header