![]() |
| Bantuan untuk warga Langkat terdampak banjir diturunkan dari helikopter untuk langsung didistribusikan |
LANGKAT - LPC-Online | Banjir yang melanda Kabupaten Langkat mengakibatkan 437.480 jiwa terdampak dan 19.434 jiwa mengungsi.
Melihat besarnya dampak bencana alam ini, Bupati Langkat Syah Afandin, bergerak cepat mengambil tindakan untuk membantu warga yang terdampak.
Untuk dapat memberikan bantuan secara akurat di 16 kecamatan yang terdampak, Syah Afandin langsung memimpin rapat evaluasi pelaksanaan tanggap darurat penanganan banjir, Selasa (2/12).
Rapat evaluasi tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, Direktur Fasilitas Penanganan Korban dan Pengungsi BNPB Nelwan Harahap.
Kemudian Kabag SDM Polres Langkat Kompol Muhammad Hassan, Danramil 07/Stabat Kapten Inf Edi Susanto, Sekda Langkat H. Amril, para staf ahli, Asisten Setdakab, dan kepala perangkat daerah terkait.
Bupati Langkat, Syah Afandin, dalam rapat itu menginstruksikan agar pendistribusian logistik dilakukan dengan mekanisme yang jelas dan menyasar daerah yang sulit dijangkau. Selain itu, ia meminta pendataan kerusakan rumah serta fasilitas publik dipercepat sebagai dasar pemulihan pasca bencana.
“Pemkab Langkat terus melakukan pendataan, penanganan darurat, serta koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi. Kami berharap dukungan penuh agar pemulihan berlangsung cepat dan tepat sasaran,” ujar Afandin.
Ondim, sapaan akrab Syah Afandin, juga meminta seluruh unsur terkait untuk tetap siaga dan memaksimalkan tugas masing-masing demi keselamatan masyarakat. "Semua harus bekerja optimal. Prioritas kita adalah keselamatan warga dan percepatan penanganan bencana,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, menegaskan, bahwa BNPB berkomitmen penuh mendampingi Pemerintah Kabupaten Langkat dalam proses penanganan banjir.
“BNPB akan terus mendampingi pemerintah daerah. Yang terpenting adalah memastikan kebutuhan warga terpenuhi dan penanganan dilakukan sesuai standar, karena keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi,” tegasnya.
Sedangkan Kapten Inf Edi Susanto mewakili TNI menyampaikan, bahwa tim dari Kodim 0203/LKT telah membantu pembukaan akses jalan, evakuasi warga, hingga mendukung operasional dapur umum di daerah yang masih tergenang.
Di tempat yang sama, Sekda Langkat H. Amril, menyampaikan perkembangan terbaru berdasarkan data sementara dampak banjir per 2 Desember 2025.
Menurutnya, banjir masih melanda 16 kecamatan, yakni Brandan Barat, Gebang, Besitang, Babalan, Pangkalan Susu, Pematang Jaya, Sei Lepan, Tanjung Pura, Padang Tualang, Sawit Seberang, Batang Serangan, Stabat, Wampu, Binjai, Hinai, dan Secanggang.
Dari hasil pendataan, lanjutnya, tercatat 37.480 jiwa terdampak atau -115.979 KK, 19.434 jiwa mengungsi dan 11 orang meninggal dunia.
"Selain itu, ribuan rumah dan fasilitas umum masih terendam dengan ketinggian air antara 50–200 cm. Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah," ungkapnya.
Amril menegaskan, penanganan bencana alam ini perlunya langkah cepat dan terpadu mengingat curah hujan yang masih tinggi.
“Penanganan harus dilakukan segera agar tidak terjadi dampak yang lebih luas,” ujarnya.
Dari rapat yang digelar, menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang harus segera dijalankan, yakni memperpanjang status tanggap darurat selama 14 hari ke depan, penguatan koordinasi antara posko induk dan posko kecamatan.
Selanjutnya, percepatan distribusi logistik ke seluruh titik pengungsian, penambahan personel dan peralatan evakuasi di wilayah yang masih tergenang, dan pendataan kerusakan rumah serta fasilitas umum sebagai dasar penetapan masa pemulihan. (LP05)

Social Header