Breaking News

PSMS Tak Kejar Gelar di Piala Presiden 2026, Fokus Bangun Tim dan Uji Kekuatan Menuju Liga

 

(Foto: Logo PSMS Medan)

MEDAN || PSMS Medan memilih bersikap realistis dalam menyambut kemungkinan tampil di Piala Presiden 2026. Alih-alih memasang target tinggi atau memburu gelar, manajemen Ayam Kinantan justru melihat turnamen pramusim tersebut sebagai panggung evaluasi untuk membangun fondasi tim menghadapi kompetisi musim depan.

Persiapan terus dilakukan, tetapi skuad hijau-putih berpeluang belum turun dengan komposisi penuh, termasuk dalam urusan pemain asing.

Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan, mengungkapkan bahwa regulasi Piala Presiden 2026 membuka peluang bagi setiap tim untuk mendaftarkan hingga sembilan pemain asing. Meski begitu, PSMS belum tentu memaksimalkan seluruh kuota tersebut.

“Piala Presiden itu pemain asingnya bisa sembilan, tergantung nanti apa kata pelatih,” ujar Fendi Jonathan, Kamis (21/5/2026).

Bagi manajemen PSMS, jumlah pemain asing bukan jaminan untuk langsung bersaing dengan klub-klub papan atas yang sudah memiliki skuad matang dan chemistry kuat.

Fendi menilai, memaksakan perekrutan sembilan pemain asing dalam waktu persiapan yang singkat justru belum tentu memberi dampak maksimal bagi tim.

“Kalau saya sih tidak harus sampai sembilan juga, karena kita ikut ini kan untuk ajang uji coba saja. Saya tidak menargetkan untuk juara,” katanya.

Ia menyadari tantangan yang akan dihadapi PSMS di Piala Presiden tidak ringan. Klub-klub dari kasta tertinggi dipastikan hadir dengan materi pemain yang lebih solid, termasuk pemain asing yang telah bermain bersama dalam waktu lama.

Menurut Fendi, situasi itu membuat PSMS perlu lebih fokus pada proses pembentukan tim dibanding mengejar hasil instan.

“Secara kualitas tim memang jauh. Tim seperti Persija misalnya, pemain asing mereka sudah satu musim bermain bersama. Kalau saya siapkan sembilan pemain asing tapi persiapan hanya tiga sampai empat minggu, itu sulit untuk mengimbangi mereka,” ujarnya.

Di balik target yang sederhana, Piala Presiden justru dipandang sebagai momentum penting bagi PSMS untuk mengukur kesiapan tim sekaligus menunjukkan bahwa klub kebanggaan Kota Medan itu masih memiliki ambisi besar.

Turnamen pramusim tersebut akan dimanfaatkan sebagai laboratorium bagi pelatih untuk membaca kekuatan tim, menemukan titik lemah, serta menentukan sektor yang masih membutuhkan tambahan pemain sebelum kompetisi resmi dimulai.

“Piala Presiden ini menjadi bukti bahwa PSMS masih eksis dan punya peluang kembali ke kasta tertinggi. Ini juga jadi ajang uji coba bagi pelatih untuk melihat kesiapan tim, mengetahui posisi mana yang masih kurang, karena masih ada waktu untuk membenahinya,” tutur Fendi.

Dengan pendekatan tanpa beban berlebihan, PSMS tampaknya ingin menjadikan Piala Presiden 2026 bukan sekadar arena persaingan, melainkan batu loncatan menuju target yang lebih besar: membangun tim kompetitif dan membuka jalan kembali ke level tertinggi sepak bola Indonesia.

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM