![]() |
| Silaturahmi rombongan OJK Sumut dengan Walikota Medan, Rico Waas, Jumat (21/5/2026). (Foto : Pemko Medan) |
Lpc-online com – Suasana silaturahmi sekaligus pamit tugas mewarnai pertemuan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dengan Kepala OJK Sumut, Khoirul Muttaqin di Balai Kota, Jumat (22/5/2026). Namun, agenda perpisahan itu berubah jadi alarm darurat kejahatan digital.
Khoirul yang akan mendapat penugasan baru di Jakarta menitipkan PR besar: nilai transaksi judi online di Sumut tembus Rp1,7 triliun, dengan Kota Medan penyumbang tertinggi mencapai Rp800 miliar. Data itu membuat Rico Waas kaget.
“Ini bukan lagi sekadar permainan untung-untungan. Sistemnya bisa diatur dan sangat merugikan masyarakat. Praktik seperti ini sudah mengarah pada scam digital,” tegas Rico didampingi Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman dan Plt Kepala BKAD Suluh Aulia Harahap.
Rico menyebut dampak judol kini merembet ke semua lapisan. “Tidak hanya menyasar masyarakat ekonomi bawah, tetapi juga kalangan mampu yang terdorong mencari sensasi dan adrenalin,” ujarnya.
Menurutnya, judol telah berkembang jadi kejahatan digital yang mengancam ekonomi dan mental masyarakat.
Karena itu, Rico memanfaatkan momen pamit ini untuk dorong penguatan pengawasan lintas lembaga. Ia minta kolaborasi Pemko Medan, OJK, dan Kementerian Komunikasi dan Digital diperkuat guna membendung judi online dan pinjol ilegal.
Di sisi lain, Rico juga menyampaikan apresiasi atas dukungan OJK selama ini, termasuk sosialisasi Edukasi Pelindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan kepada 500 ASN Medan dan pembangunan gedung OJK baru di Medan.
Sementara itu, Khoirul Muttaqin berterima kasih atas dukungan Pemko Medan selama dirinya bertugas di Sumut.
“Saya mengapresiasi dukungan Pak Wali Kota dan Pemko Medan terhadap program literasi keuangan dan berbagai upaya penguatan pengawasan sektor jasa keuangan di Sumatera Utara,” ujar Khoirul sebelum berpamitan. (Dik)

Social Header