Breaking News

Benteng Iran Tak Runtuh! Belgia Gagal Taklukkan Tim Melli

belgia iran
Teks foto: Belgia dipaksa Iran bermain imbang tanpa gol. (Foto: Instagram/fifaworldcup)


INGLEWOOD || Tim nasional Iran kembali menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap di Piala Dunia 2026. Menghadapi Belgia yang dipenuhi pemain bintang dan lebih diunggulkan, Tim Melli (tim nasional) berhasil meraih hasil imbang yang sangat berharga dalam laga Grup G di Stadion SoFi, Inglewood, California, Smerika Serikat, Senin (22/6/2026) dini hari WIB.

Satu nama yang paling layak mendapat sorotan adalah kiper Iran, Alireza Beiranvand. Di bawah tekanan bertubi-tubi dari Belgia, kiper 33 tahun itu tampil luar biasa dan menjadi alasan utama Iran pulang dengan kepala tegak.

Belgia menguasai bola, mendikte tempo permainan, dan berkali-kali mencoba membongkar pertahanan Iran. Namun setiap peluang yang mengarah ke gawang selalu menemukan tembok terakhir bernama Beiranvand. Beberapa media internasional bahkan menyebut penampilannya sebagai salah satu aksi penjaga gawang terbaik sejauh turnamen berlangsung.

Salah satu momen paling menentukan terjadi ketika Beiranvand melakukan penyelamatan spektakuler yang menggagalkan peluang emas Belgia. Aksi tersebut langsung menjadi sorotan dan dianggap sebagai titik balik pertandingan.

Meski banyak ditekan, Iran bukan berarti hanya menumpuk pemain di belakang alias parkir bus. Pasukan asuhan Amir Ghalenoei beberapa kali mampu keluar dari tekanan dan mengancam pertahanan Belgia.

Penyerang andalan Iran, Mehdi Taremi, bahkan sempat membuat pendukung Iran bersorak setelah menjebol gawang Belgia. Namun kegembiraan itu tidak bertahan lama karena VAR membatalkan gol tersebut akibat posisi offside yang sangat tipis. Kendati demikian, momen itu menunjukkan bahwa Belgia juga tidak pernah benar-benar aman sepanjang pertandingan.

Di atas kertas, Belgia datang sebagai favorit. Mereka memiliki nama-nama besar seperti Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Thibaut Courtois. Namun sekali lagi, generasi emas Belgia gagal menunjukkan ketajamannya.

Frustrasi Belgia semakin terlihat ketika bek mereka, Nathan Ngoy, menerima kartu merah pada babak kedua. Bermain dengan sepuluh orang membuat Belgia kehilangan momentum, sementara Iran semakin yakin bahwa hasil positif bisa dibawa pulang.

Bahkan setelah unggul jumlah pemain, Iran tetap bermain disiplin dan tidak kehilangan organisasi permainan. Mereka tahu satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal saat menghadapi tim dengan kualitas individu setinggi Belgia.

Hasil imbang 0-0 ini membuat peluang Iran untuk lolos ke fase gugur tetap terbuka lebar. Setelah sebelumnya bermain imbang melawan Selandia Baru, Team Melli kini mengoleksi dua hasil seri beruntun dan masih memegang kendali atas nasib mereka sendiri menjelang laga terakhir grup melawan Mesir.

Yang lebih penting, Iran kembali membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan negara-negara yang secara tradisional dianggap lebih kuat. Ketika banyak pihak meragukan peluang mereka sebelum turnamen dimulai, para pemain Iran justru menjawabnya dengan kerja keras dan solidaritas luar biasa di lapangan.

Usai pertandingan, skuad Iran juga mendapat perhatian karena meninggalkan pesan tulisan tangan di ruang ganti Stadion SoFi. Dalam pesan tersebut, mereka mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diterima serta menegaskan rasa bangga mewakili negaranya. Tindakan sederhana itu memperlihatkan semangat persatuan dan kebanggaan nasional yang menjadi ciri perjalanan Iran di turnamen ini.

Sumber: Reuters

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM