Breaking News

Pelatih Islam Ungkap Pukulan Mata Jadi Awal Kerusakan Topuria Lawan Justin Gaethje


Teks foto: Kondisi Ilia Topuria babak belur usai menghadapi Justin Gaethje, (Foto: uncrowned.com) 

AUSTRALIA || Kekalahan mengejutkan Ilia Topuria dari Justin Gaethje, Senin (15/6/2026) WIB di ajang UFC Freedom 250 di Gedung Purih, masih menjadi sorotan besar di dunia MMA. Javier Mendez, pelatih legendaris yang menangani juara kelas welter UFC, Islam Makhachev, mengaku terkejut melihat bagaimana pertarungan tersebut berubah drastis hingga membuat sang juara harus menerima kekalahan TKO.

Topuria harus mengakhiri laga dengan hasil pahit setelah tim pelatihnya meminta wasit menghentikan pertarungan menjelang ronde ke-4. Keputusan tersebut diambil setelah Gaethje terus memberikan tekanan dan Topuria tidak mampu membalikkan keadaan.

Dalam podcast =Submission Radio bersama Dennis Skhuratov, baru-baru ini, Javier Mendez menilai ada satu momen penting yang menjadi awal kerusakan bagi Topuria, yakni pukulan awal Gaethje yang mengenai area mata.

Coach Jav, sapaannya, mengaku tidak bisa memastikan secara medis, tetapi ia melihat pukulan tersebut mengubah jalannya pertarungan.

“Saya tidak tahu apakah saya benar, tetapi saya pikir pukulan pertama yang diberikan Gaethje mengenai tepat di area orbital mata kanan Ilia. Saya pikir itu mungkin menjadi awal dari kehancurannya,” ujar Javier Mendez.

Menurut Mendez, setiap kali Topuria kembali terkena pukulan di area tersebut, terlihat jelas rasa tidak nyaman yang mengganggu performanya.

“Saya melihat setiap kali dia terkena pukulan di mata itu, dia seperti merasakan sesuatu. Saya tidak tahu apakah kedua orbitalnya mengalami masalah, tetapi terlihat sangat menyakitkan dari reaksinya,” kata Mendez.

Pelatih berpengalaman mantan juara dunia kickboxing itu menjelaskan, bahwa cedera di area mata dapat memberikan dampak besar bagi seorang petarung karena rasa sakit dan gangguan fokus yang terus muncul selama pertarungan.

“Saya pernah memiliki petarung yang mengalami cedera orbital saat bertarung. Mereka tidak bisa tampil seperti yang mereka inginkan karena setiap pukulan yang masuk ke area itu seperti memberikan rasa sakit terus-menerus,” jelasnya.

Namun, Mendez tetap memberikan penghormatan kepada Topuria yang menurutnya menunjukkan mental seorang petarung sejati meski menghadapi tekanan luar biasa.

“Lihat semua pukulan yang dia terima di area wajah. Dia tetap bertahan. Dia seorang pejuang,” ucap Mendez.

Di sisi lain, Mendez menilai kemenangan Gaethje menjadi bukti bahwa petarung asal Amerika Serikat itu berada dalam kondisi terbaiknya.

“Justin Gaethje tampil dalam versi terbaiknya. Cara dia menghadapi kesulitan dan bangkit setelah menerima serangan tubuh yang luar biasa adalah sesuatu yang tidak bisa dilakukan petarung biasa,” ungkapnya.

Gaethje sempat menerima serangan body shot berbahaya dari Topuria yang menurut Mendez mampu menghentikan banyak petarung elite.

“Satu saja dari serangan tubuh itu mungkin bisa mengakhiri pertarungan bagi banyak petarung hebat. Tetapi Justin bukan petarung biasa. Dia bisa menerima hukuman dan tetap kembali,” tambahnya.

Mendez juga menyoroti keputusan Topuria setelah berhasil memberikan tekanan besar kepada Gaethje. Menurutnya, keputusan membawa pertarungan ke bawah bukan strategi awal, melainkan kemungkinan akibat terbawa emosi.

“Saya tidak berpikir rencananya adalah membawa Justin ke ground. Saya pikir setelah dia menjatuhkan Justin, mungkin dia merasa semuanya sudah selesai dan adrenalin mengambil alih,” jelas Mendez.

Ia juga menilai Topuria mungkin terlalu percaya diri sebelum pertandingan, terutama setelah terlihat sudah merayakan kemenangan sebelum masuk oktagon.

“Bagi saya, terasa seperti dia menganggap dirinya sudah menang sebelum pertarungan dimulai. Mungkin dia sedikit meremehkan Justin Gaethje,” katanya.

Kemenangan Gaethje membuat peta persaingan kelas ringan berubah, termasuk rencana pertarungan besar melawan Islam Makhachev.

Ketika ditanya bagaimana jika Islam menghadapi Topuria sebelum pertarungan melawan Gaethje, Mendez tetap percaya diri terhadap anak didiknya.

“Itu akan menjadi pertarungan yang berbeda karena mereka memiliki gaya yang sangat berbeda. Saya selalu sangat percaya diri dengan Islam menghadapi siapa pun,” ujar Mendez.

Menurutnya, keunggulan terbesar Islam adalah kecerdasan membaca pertarungan dan kemampuan lengkap di semua aspek MMA.

“Islam adalah salah satu petarung paling pintar dalam olahraga ini. Mungkin dia adalah petarung paling pintar di MMA. Bagi saya, dia juga yang paling komplet,” tutup Javier Mendez.

Kekalahan TKO Topuria dari Gaethje akhirnya tidak hanya menjadi salah satu kejutan terbesar di divisi ringan, tetapi juga akhirnya menutup atau setidaknya mempersempit peluang Makhachev menghadapi Topuria.



© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM