Breaking News

Perampokan Sadis di Pelalawan, Kasir Sawit Ditikam 22 Kali hingga Bersimbah Darah

Ilustrasi perampokan dengan senjata tajam (foto: ist) 

Riau - Aksi perampokan brutal terjadi di sebuah kantor perusahaan kelapa sawit di Kabupaten Pelalawan, Riau. Seorang kasir perempuan berinisial PT (25) menjadi korban serangan sadis setelah ditikam puluhan kali oleh pelaku saat berada di tempat kerjanya.

Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Rabu sore, 17 Juni 2026, sekitar pukul 17.00 WIB di Kantor Surat Pengantar Buah (SPB) Tandan Buah Segar milik PT Malika Putri Tunggal yang berada di Jalan Lintas Timur Kilometer 43, Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Seikijang.

Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan luka serius di sejumlah bagian tubuh setelah pelaku diduga merampok uang perusahaan sebelum melarikan diri.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara mengatakan, pihak kepolisian langsung turun ke lokasi usai menerima laporan dari warga dan pihak perusahaan.

“Tim Reskrim sudah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi atas kasus curas ini. Saat ini terduga pelaku dalam pengejaran,” ujar AKBP John Louis Letedara.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami luka tusuk yang sangat parah akibat serangan pelaku menggunakan senjata tajam.

“Korban mengalami luka tusuk benda tajam, kurang lebih 22 tusukan. Tersebar di bagian kepala, perut, dan bagian pundak,” jelasnya.

Polisi juga menemukan bercak darah di area ruangan kasir yang diduga menjadi lokasi utama penyerangan. Selain itu, rekaman kamera pengawas atau CCTV di lokasi turut diamankan untuk membantu proses penyelidikan.

Kasus ini terungkap setelah korban sempat mengirim pesan darurat kepada dua rekan kerjanya, AP (22) dan HE (30). Dalam pesan tersebut, korban mengirim foto selfie dengan wajah berlumuran darah sambil meminta pertolongan.

“Tolong gung, aku mau dibunuh orang,” tulis korban dalam pesan singkatnya.

Saat menerima pesan itu, kedua saksi sedang berada di pabrik kelapa sawit PT Sri Indrapura Sawit Lestari. Mereka langsung menuju kantor korban untuk memastikan kondisinya.

Setibanya di lokasi, pintu kantor dalam keadaan tertutup. Karena situasi dinilai mencurigakan, keduanya meminta bantuan warga sekitar sebelum masuk ke dalam.

“Saksi menghubungi warga sekitar dan kemudian mereka masuk bersama-sama ke dalam kantor,” kata Kapolres.

Ketika berhasil masuk, saksi dan warga mendapati ruangan kasir penuh ceceran darah. Korban ditemukan dalam kondisi setengah sadar dengan kepala terbaring di atas meja.

Korban kemudian segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Sementara itu, jumlah kerugian akibat perampokan masih dalam proses pendataan oleh pihak perusahaan. Namun, nilai kerugian sementara diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.

“Kerugian belum diketahui pasti karena masih dihitung oleh pihak perusahaan. Diperkirakan belasan juta rupiah,” ungkap sumber di lapangan.

Saat ini polisi masih memburu pelaku dan mendalami identitasnya melalui keterangan saksi serta barang bukti yang telah dikumpulkan dari lokasi kejadian.

Sumber: Kompas

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM