Breaking News

Turki di Ujung Tanduk, Paraguay Jaga Asa ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

turki paraguay
Teks foto: Gelandang andalan Turki, Arda Guler (kiri) harus bersusah payah mencoba merebut bola dari pemain Paraguay, Matias Galarza. (Foto: Instagram/albirroja)


SANTA CLARA || Harapan Turki untuk melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 resmi berada di ujung tanduk setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Paraguay pada laga kedua Grup D. Kekalahan tersebut menjadi yang kedua secara beruntun bagi tim yang diperkuat Arda Güler setelah sebelumnya takluk 0-2 dari Australia pada pertandingan pembuka. Hasil ini membuat langkah Turki dipastikan tertutup, sementara Paraguay kembali membuka peluang lolos setelah bangkit dari kekalahan telak di laga pertama.

Bertanding di San Francisco Bay Area Stadium, Santa Clara, Sabtu (20/6/2026) atau Jumat waktu setempat, Turki sebenarnya datang dengan tekad besar untuk menghidupkan peluang mereka. Namun mimpi itu langsung mendapat pukulan keras ketika Paraguay mencetak gol cepat hanya sekitar satu menit setelah kick-off. Matías Galarza memanfaatkan kelengahan lini belakang Turki dan membawa wakil Amerika Selatan unggul 1-0. Gol tersebut menjadi gol tercepat yang tercipta dalam pertandingan sejauh ini di Piala Dunia 2026.

Setelah tertinggal, Turki mencoba mengambil alih permainan. Arda Güler menjadi pusat kreativitas serangan dengan beberapa umpan berbahaya yang membuka ruang bagi rekan-rekannya. Dominasi penguasaan bola berada di pihak Turki, tetapi penyelesaian akhir kembali menjadi masalah utama. Berbagai peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol penyama kedudukan.

Drama terjadi menjelang turun minum ketika Paraguay harus bermain dengan 10 orang. Gelandang Miguel Almirón menerima kartu merah langsung setelah VAR mengonfirmasi pelanggaran terhadap aturan baru FIFA terkait tindakan menutupi mulut saat konfrontasi dengan lawan. Insiden tersebut menjadi kasus pertama penerapan aturan baru itu di Piala Dunia 2026. Meski kehilangan satu pemain, Paraguay mampu mempertahankan keunggulan mereka hingga akhir pertandingan. 

Memasuki babak kedua, Turki meningkatkan intensitas serangan. Pelatih Vincenzo Montella bahkan menginstruksikan timnya bermain lebih agresif dengan menempatkan banyak pemain di area pertahanan Paraguay. Arda Güler, Kenan Yıldız, dan sejumlah pemain depan lainnya terus menggempur pertahanan lawan, namun rapatnya organisasi permainan Paraguay membuat peluang demi peluang terbuang sia-sia.

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Turki dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan. Namun, sama seperti saat kalah dari Australia di laga sebelumnya, sepak bola tidak hanya ditentukan oleh kontrol permainan, melainkan efektivitas di depan gawang. Paraguay tampil disiplin, bertahan dengan penuh pengorbanan, dan berhasil menjaga keunggulan tipis yang mereka raih sejak awal laga. 

Bagi Turki, hasil ini menjadi pukulan telak. Setelah kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2002, ekspektasi publik sangat tinggi terhadap generasi muda yang dipimpin Arda Güler. Namun dua kekalahan beruntun membuat mereka belum mengoleksi satu poin pun di Grup D. Sebelumnya, Turki juga gagal menunjukkan performa terbaik saat kalah 0-2 dari Australia pada laga perdana.

Sebaliknya, Paraguay berhasil bangkit dari keterpurukan setelah dihajar Amerika Serikat 1-4 pada pertandingan pertama. Kemenangan atas Turki membuat skuad asuhan Gustavo Alfaro kembali masuk dalam persaingan memperebutkan tiket ke babak 32 besar. Sebelum pertandingan, Alfaro bahkan menyebut laga melawan Turki sebagai "final" bagi timnya karena kekalahan akan membuat peluang mereka hampir habis.

Kini Turki menghadapi tugas yang sangat berat pada laga terakhir fase grup melawan Amerika Serikat, pemuncak Grup D sementara . Mereka tidak hanya membutuhkan kemenangan, tetapi juga bergantung pada hasil pertandingan lain untuk menjaga peluang lolos. Dengan nol poin dari dua laga dan produktivitas gol yang masih mandek, nasib Arda Güler dan kawan-kawan tidak lagi sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri. 

Sumber: The Guardian, Reuters,Diario AS

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM