![]() |
| Wanita korban penyekapan dan penyiksaan oleh pacar (foto: ist) |
Jawa Barat - Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang wanita di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menghebohkan publik. Seorang perempuan berinisial YTR (29) diduga menjadi korban kekerasan oleh kekasihnya berinisial TH selama tiga tahun di sebuah kamar indekos di wilayah Cileunyi.
Akibat perlakuan tersebut, korban mengalami luka berat pada tubuh dan wajah. Kondisinya sangat memprihatinkan, mulai dari gangguan penglihatan, bibir yang mengalami kerusakan serius, kesulitan berbicara, hingga tidak mampu berjalan.
Kasus ini telah dilaporkan keluarga korban ke Polda Jawa Barat pada 12 Juni 2026. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Kakak korban, Melanie Silviani, mengungkapkan kondisi adiknya masih membutuhkan penanganan serius, terutama untuk membersihkan infeksi yang cukup parah di area kepala dan wajah.
“Baru dibersihkan luka-luka yang infeksi di bagian kepala dan wajah, soalnya di kepalanya masih ada cairan nanah,” ujar Melanie, Kamis (18/6/2026).
Ia menjelaskan, tindakan operasi lanjutan belum dapat dilakukan hingga kondisi infeksi benar-benar membaik.
“Nunggu itu keluar dulu semua, baru operasi lanjutan untuk memperbaiki struktur wajah yang hancur,” lanjutnya.
Melanie menyebut, adiknya merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Meski kondisi korban perlahan membaik dan sudah bisa diajak berkomunikasi, kemampuan bicaranya masih belum pulih sepenuhnya.
“Bisa cuma belum jelas,” katanya.
Saat ditanya mengenai kalimat pertama yang diucapkan korban setelah mulai bisa berbicara, Melanie mengaku terenyuh. Sang adik disebut hanya mengucapkan permintaan maaf.
“Pertama yang diucapin minta maaf,” tuturnya.
Terkait kronologi kekerasan yang dialami, Melanie mengatakan korban sempat menutupi fakta yang sebenarnya. Saat pertama kali ditanya oleh tim medis mengenai penyebab luka-lukanya, korban belum berani mengungkapkan kejadian sesungguhnya.
“Pas ditanya dokter lukanya kenapa, dia malah nangis dan bilang kalau dia jatuh dari kamar mandi. Lalu kelamaan dia bilang, kalau dia disiksa,” ungkap Melanie.
Kini, keluarga berharap pelaku segera diproses hukum dan korban bisa mendapatkan pemulihan maksimal, baik secara fisik maupun mental.
Sumber: Detik

Social Header