Breaking News

Habiskan Rp75 Milyar Jembatan Sei Wampu Masih Ngangkrak, Pemerhati Sosial Langkat Angkat Bicara

 

Kondisi pembangunan jembatan Sei Wampu Kabupaten Langkat, yang mangkrak. 

LPC-ONLINE.COM- Langkat, Pembangunan jembatan Sei Wampu Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat masih ngangkrak, padahal sudah enam tahun berjalan dan menghabiskan anggaran sekitar Rp75 Milyar.

Melihat kondisi yang memperhatinkan itu, pemerhati sosial Kabupaten Langkat, M.Darwis Sinulingga angkat bicara. Ia mengaku sangat menyesalkan kondisi jembatan Sei Wampu, sebab tak kunjung selesai dan seperti tak bertuan.


Dirinya mengaku bingung kendala apa yang membuat jembatan tidak selesai - selesai. Sebab dari data yang diperolehnya, pembangunan jembatan sudah dimulai sejak tahun 2015 dengan anggaran Rp57 milyar oleh rekanan PT. KASN, sumber dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
 

“Namun proyek tidak selesai pada waktunya, yang ditargetkan selesai di tahun 2018,”sebutnya di Stabat, Senin (20/4/2021).
 

Kemudian, sambung Yong Ganas pangilan akrab Darwis,  anggaran jembatan kembali ditambahkan sebesar Rp18 miliar, namun pengerjaannya dialihkan kepada  rekanan PT. NIM.  Pembangunan ditarget  akan rampung pada Maret tahun 2020.
 

“Tapi  Kenyataannya hingga kini proyek itu masih terbengkalai dan belum rampung, padahal sudah menghabiskan anggaran total, sebesar Rp75 Milyar,”paparnya.
M. Darwis Sinulingga

Selanjutnya, Yong Ganas mengkhawatirkan, jika jembatan Sei Wampu tak kunjung selesai, menimbulkan dampak negative bagi perekonomian masyarakat. Sebab, jembatan ini menjadi satu-satunya yang menghubungkan Sumut dan Aceh.
 

“Jika jembatan baru tak selesai, sedangkan jembatan lama rubuh atau rusak, pasti berdamak buruk bagi perekonomian,”pungkasnya.


Selain, Propinsi Aceh yang akan mendapat imbasnya, ratusan Desa yang ada dibeberapa Kecamatan di Langkat, seperti Kecamatan Wampu, Hinai, Tanjungpura, Gebang, Seilepan, Babalan, Pangkalan Susu, Besitang dan Pematang Jaya juga akan menderita.


Kekhawatiran Yong Ganas memprediksi ambruknya jembatan Sei Wampu, bukan tanpa dukungan fakta. Ia sebelumnya telah melihat, banyaknya  baut pengikat lantai bagian bawah jembatan hilang dicuri. Selain itu,  bagian lantai jembatan juga tampak mulai berlubang. Membuat kondisi jembatan mulai tampak ringkih, bila dilalui angkutan bermuatan, jembatan terasa begitu goyang. 


“Aspal diatas jembatan juga mulai memisah dan menimbulkan rongga-ronga,”ungkapnya.   
 
Kemacetan yang pernah terjadi di dekat jembatan Sei Wampu, akibat ban pecah dialami mobil salah satu pengguna jalan.  

Ditambah sekarang ini, kata Ketua PWI Langkat itu,  ada pembangunan jalan Tol Trans Sumatera, Binjai, Langkat-Aceh. Ratusan truck raksasa dengan muatan galian hingga puluhan ton melintas dijembatan ini. Tak jarang truck yang sarat muatan tanah Galian C mengalami kerusakan diatas jembatan, karena patah as atau mengalami pecah ban.

Membuat antrian panjang di atas jembatan itu. Dari kemacetan itu,  yang dicemaskan,  truck, bus, mobil dan angkutan lainya yang ada diatas jembatan melebihi kapasitas, membuat jembatan ambruk karena tidak mampu menahan beban.

“Hal ini hanya prediksi, namun bisa saja terjadi sewaktu-waktu jembatan ambruk karena tak lagi mampu menahan beban,”sebutnya

Untuk itu pihaknya berharap, proyek jembatan Sei Wampu segera diselesaikan. Ia juga mengharapkan adanya  peran yang diambil pemerintah, sebelum adanya korban jiwa. Apalagi sebentar lagi akan memasuki hari Raya Idul Fitri 1442 H, dipastikan aktifitas dijalur ini akan meningkat. (lp03)
© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM