Langkat || Cuaca ekstrim yang disertai badai Anomali Siklon Tropis telah mengakibatkan bencana alam banjir bandang dan longsor di Sumatera (Aceh, Sumbar dan Sumut).
JELASKAN: Kader Konservasi Nasional Ilham Iskandar Zein saat memberikan penjelasan perhutanan sosial, beberapa waktu lalu.
Kondisi ini diperburuk lagi dengan banyaknya kerusakan hutan yang mengakibatkan bencana alam semakin berbahaya hingga menyebabkan kerusakan yang luarbiasa dengan menelan ribuan korban jiwa.
Gelondongan kayu akibat penumbangan liar maupun dari perusahaan pemegang izin yang tumpah terbawa arus menghancurkan segala yang ada, kini menjadi bukti bahwa kerusakan alam telah terjadi yang diakibatkan tangan-tangan tak bertanggung jawab, hingga mengakibatkan penderitaan bagi seluruh alam dan isinya.
Demikian disampaikan Ilham Iskandar Zein yang akrab disapa jack selaku Kader Konservasi Alam Nasional, saat ditemui di Stabat, Langkat, Sabtu (6/12/2025).
"Kami sangat berduka atas bencana yang terjadi, perusakan hutan dari penebangan kayu-kayu tersebut harus ditindak tegas dan Kami Kader Konservasi Alam mendukung penuh Dirjen GAKKUM Kemenhut untuk menumpas perusakan hutan yang mengakibatkan bencana alam ini," dukungnya.
Sebagaimana diketahui, bencana alam yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh telah terjadi sejak 25 November 2025, hingga saat ini proses evakuasi korban bencana masih terus dilakukan dan masih banyak korban yang belum terevakuasi dan belum mendapatkan bantuan.
Selain itu, masih ada juga lokasi-lokasi bencana yang belum dapat dijangkau. Pemerintah terus berupaya melakukan penanggulangan bencana dan masih banyak bantuan yang diperlukan dalam menangani proses penanggulangan bencana tersebut.(*/fan)
Social Header