Langkat || Relawan yang tergabung dalam Adventure Rescue United (ARU) Kabupaten Langkat, meminta maaf kepada Basarnas dan seluruh korban yang tidak dapat dievakuasi secara baik selama proses evakuasi berlangsung.
BANTUAN: Relawan ARU Langkat mendistribusikan bantuan kepada warga terdampak banjir di Tanjung Pura, Langkat, Selasa (2/12/2025) malam.
Permohonan maaf ini disampaikan Ketua Relawan Adventure Rescue United (ARU) Kabupaten Langkat, Djoko Pradipto, saat ditemui di Stabat, Sabtu (6/12/20225).
Permintaan maaf ini berkaitan dengan banyaknya korban banjir yang tidak bisa dievakuasi secara cepat, mengingat luasnya wilayah terdampak banjir.
Tentunya, miskomunikasi antara tim penyelamat dan korban banjir, kerab terjadi dalam situasi kebencanaan, seperti yang terjadi di Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, yang diupload akun tiktok The Queen, beberapa waktu lalu.
VIDEO: Potongan video saat tim relawan mamasuki Tanjung Pura dihadang warga usai operasi di Babalan dan Sei Lepan, beberapa waktu lalu.
"Peristiwa itu terjadi saat tim relawan bersama Basarnas dan BPBD Provinsi, ingin mengevakuasi korban banjir yang sudah terisolir menggunakan perahu karet yang dibawa dari Kecamatan Besitang dan Sei Lepan," jelas Djoko.
Saat melintas beriringan di Desa Paya Perupuk, Tanjung Pura, seorang wanita tiba-tiba menghadang, meminta bantuan untuk mengevakuasi anggota keluarganya.
"Waktu itu, tim masih dalam kondisi kelelahan karena baru operasi dari Babalan dan Sei Lepan, terus ke Tanjung Pura tanpa istirahat," jelasnya.
Disaat menuju titik posko yang telah disepakati di Tanjung Pura itulah, dengan kondisi kelelahan dan masih dalam perjalanan menerobos genangan air, terjadilah miskomunikasi tersebut.
"Memang sempat terjadi salah faham, saat itu kita terbagi menjadi tiga tim. Kita sudah menyarankan kepada wanita tersebut, untuk menunggu tim ketiga, karena tim pertama dan kedua, difokuskan pada korban yang jauh dari tempat pengungsian," bebernya.
Nah, lanjutnya, disinilah terjadi miskomunikasi seperti yang tergambarkan dalam akun tiktok tersebut.
Pun begitu, pihaknya memahami dan memaklumi kegundahan warga korban banjir dan meminta maaf atas terjadinya miskomunikasi dimaksud.
"Tidak ada maksud untuk mengabaikan korban mana pun, tapi lebih kepada urgenitas kondisi di lapangan saat bencana terjadi. Atas hal itu, kami relawan tanggap bencana, meminta maaf kepada Basarnas dan para korban yang tidak terlayani dengan baik," tutupnya. (*/fan)
Social Header