Breaking News

Demi Sesuap Nasi dari Tempel Ban, Pasutri di Medan Labuhan Rela Tinggal di Rumah Kardus Bantaran Sungai

Pasutri tinggal di rumah kardus di bantaran sungai Medan Utara, Sabtu (25/7/2026). (Foto : ist)

LPC-ONLINE.COM - Di balik viralnya rumah kardus di bantaran Sungai Deli, Kelurahan Besar, Medan Labuhan, ada kisah perjuangan sepasang suami istri mempertahankan mata pencaharian.

Pasutri itu bukan tak punya rumah. Mereka tercatat memiliki rumah di Jalan Marelan VI, Lingkungan 25, Kelurahan Rengas Pulau. 

Namun demi menjaga lapak tempel ban yang menjadi sumber nafkah, mereka memilih bertahan di gubuk kardus di lahan milik Balai Wilayah Sungai (BWS).

Kisah itu terungkap saat Pemko Medan turun langsung, Sabtu (25/7/2026). Camat Medan Labuhan, Elias Padang bersama Camat Medan Marelan, Zulkifli Syahputra Pulungan, Danramil 10/Marelan, Lurah, Koordinator PKH, dan Kepling datang menemui keluarga tersebut.

"Sesuai arahan Wali Kota Rico Waas, kita tinjau langsung. Kita beri imbauan secara persuasif agar kembali ke rumahnya di Marelan, karena lokasi ini lahan BWS," ujar Elias.

Meski hidup di bantaran sungai, Elias memastikan kedua anak pasangan itu dalam kondisi sehat. Dari sisi kesejahteraan, keluarga ini sebelumnya ikut PKH bersama orang tua. Karena baru pecah Kartu Keluarga, kini sudah didata untuk masuk program Perlinsos.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemko Medan menyerahkan paket sembako dan matras tidur. 

Elias berharap keluarga ini bisa kembali ke rumahnya di Rengas Pulau, tanpa harus kehilangan mata pencahariannya. (Dicky)

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM