![]() |
| Wapres Gibran saat duduk sejejer dengan para menteri (foto: ist) |
Jakarta – Pemandangan berbeda terlihat dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak lagi duduk berdampingan dengan Presiden Prabowo seperti yang terlihat dalam sejumlah sidang kabinet sebelumnya. Kali ini, kursi Gibran ditempatkan di bagian depan sisi kanan Presiden dan berada dalam satu baris dengan sejumlah menteri.
Gibran duduk sejajar dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Perubahan tata letak tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya posisi Presiden dan Wakil Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kerap ditempatkan berdampingan.
Dalam sidang sebelumnya yang berlangsung di Istana Negara, posisi Gibran masih berada di sisi kiri Prabowo. Saat itu, Gibran terlihat duduk sejajar dengan Presiden selama agenda berlangsung.
Posisi serupa juga pernah terlihat ketika Sidang Kabinet Paripurna masih digelar di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Meski demikian, perubahan posisi kursi tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya perubahan hubungan atau kewenangan dalam pemerintahan. Penataan tempat duduk dalam sidang kabinet dapat berkaitan dengan kebutuhan teknis dan pengaturan acara.
Sidang Kabinet Paripurna pada Senin sore itu digelar untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan yang telah berjalan hampir dua tahun. Selain itu, rapat juga berkaitan dengan persiapan agenda kenegaraan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Presiden Prabowo dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap berbagai pekerjaan yang telah dilaksanakan selama masa pemerintahannya.
Ia menilai jajaran kabinet telah bekerja keras menghadapi berbagai tantangan, termasuk situasi global yang penuh ketidakpastian serta persoalan besar yang dihadapi Indonesia.
Prabowo juga mengingatkan bahwa waktu berjalan dengan cepat. Pemerintahannya akan segera memasuki dua tahun masa kepemimpinan sejak dirinya dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2025.
Karena itu, Sidang Kabinet Paripurna menjadi momentum bagi pemerintah untuk meninjau kembali capaian, tantangan, serta berbagai pekerjaan yang masih harus diselesaikan.
Selain evaluasi kinerja kabinet, pemerintah juga mulai mempersiapkan rangkaian agenda kenegaraan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sumber: Suara

Social Header