JAKARTA || Timnas Indonesia akan mengawali perjuangannya di Piala AFF atau ASEAN Mitsubishi Cup 2026 dengan menghadapi Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor. Laga ini menjadi pembuka perjalanan Garuda di turnamen yang namanya berubah sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas sepak bola Asia Tenggara.
Jika menilik sejarah pertemuan kedua tim di ajang ini, Indonesia datang dengan modal yang sangat meyakinkan. Dalam empat pertemuan terakhir di fase grup sejak 2014, Garuda selalu mampu mengalahkan Kamboja. Bahkan, Indonesia telah mencetak 13 gol dan belum pernah sekalipun gagal meraih tiga poin.
AFF 2022: Garuda Menang Tipis di GBK
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada 23 Desember 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Saat itu Indonesia membuka kiprahnya di Piala AFF 2022 dengan kemenangan 2-1.
Gol Indonesia dicetak oleh Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman, sementara Kamboja sempat memberikan perlawanan lewat gol Saret Krya. Kemenangan tersebut menjadi awal positif bagi skuad Shin Tae-yong yang akhirnya melangkah hingga babak semifinal.
AFF 2020: Indonesia Menang dalam Hujan Enam Gol
Sebelumnya, kedua tim bertemu pada AFF Suzuki Cup 2020yang digelar di Singapura pada 9 Desember 2021 akibat pandemi COVID-19.
Indonesia tampil dominan dan menang 4-2. Dua gol dicetak Rachmat Irianto, sedangkan Evan Dimas dan Ramai Rumakiek masing-masing menyumbang satu gol.
Hasil tersebut ikut mengantarkan Indonesia melaju hingga partai final sebelum harus mengakui keunggulan Thailand.
AFF 2018: Mengapa Indonesia dan Kamboja Tidak Bertemu?
Berbeda dengan edisi lainnya, Indonesia dan Kamboja tidak saling berhadapan pada Piala AFF 2018. Penyebabnya sederhana, yakni kedua tim berada di grup yang berbeda.
Indonesia menghuni Grup B bersama Thailand, Filipina, Singapura, dan Timor-Leste. Sementara Kamboja berada di Grup A bersama Vietnam, Malaysia, Myanmar, dan Laos.
Peluang bertemu di babak gugur juga tidak pernah terwujud. Indonesia gagal lolos dari fase grup setelah finis di posisi keempat Grup B, sedangkan Kamboja juga tersingkir di fase grup dengan menempati peringkat keempat Grup A.
Sama seperti pada ASEAN Championship 2024 (nama baru Piala AFF), Indonesia tidak bertemu Kamboja karena keduanya berada di grup yang berbeda.
Indonesia tergabung di Grup B bersama Vietnam, Filipina, Myanmar, dan Laos, sedangkan Kamboja menghuni Grup A bersama Thailand, Malaysia, Singapura, dan Timor-Leste.
Peluang kedua tim untuk bertemu di babak gugur juga tidak terwujud karena Indonesia gagal lolos dari fase grup, sementara Kamboja juga terhenti di fase penyisihan
AFF 2016: Bangkit Setelah Tertinggal
Pada 24 November 2016, Indonesia harus bekerja keras untuk mengalahkan Kamboja dengan skor 2-1.
Garuda sempat tertinggal lebih dahulu sebelum membalikkan keadaan lewat gol Andik Vermansah dan Stefano Lilipaly.
Kemenangan tersebut menjadi salah satu momentum penting kebangkitan skuad asuhan Alfred Riedl yang akhirnya berhasil menembus partai final.
AFF 2014: Kemenangan Terbesar Indonesia
Laga paling mencolok terjadi pada 25 November 2014 di Vietnam. Indonesia tampil sangat dominan dan menghancurkan Kamboja dengan skor telak 5-1.
Hingga kini, kemenangan tersebut masih menjadi margin kemenangan terbesar Indonesia atas Kamboja di ajang Piala AFF.
Namun, hasil meyakinkan itu belum cukup membawa Garuda ke semifinal karena Indonesia kalah bersaing dengan Vietnam dan Filipina di klasemen akhir Grup A.
Indonesia Masih Dominan
Dalam empat pertemuan di Piala AFF, Indonesia mencatat rekor sempurna atas Kamboja.
* Pertandingan: 4
* Indonesia menang: 4
* Seri: 0
* Kamboja menang: 0
* Gol Indonesia: 13
* Gol Kamboja: 5
Meski statistik sepenuhnya berpihak kepada Indonesia, Kamboja kini bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata. Di bawah sentuhan pelatih asal Jepang, Koji Gyotoku, Angkor Warriors terus menunjukkan perkembangan dan mampu bersaing dengan tim-tim kuat Asia Tenggara.
Di sisi lain, Indonesia berharap tren positif atas Kamboja kembali berlanjut sebagai modal penting mengawali perjalanan di ASEAN Championship 2026. Kemenangan pada laga pembuka akan menjadi langkah awal Garuda untuk mewujudkan ambisi meraih gelar pertama sejak turnamen ini bergulir pada 1996.
Sumber: ASEAN Football, ASEAN United FC
Social Header