Breaking News

Iran Bantah Serang Kapal AS, Operasi False Flag Israel, Energos Winter Terbakar

Menteri Luar Negeri Iran, Araghchi (foto : AFP)

LPC-ONLINE.COM - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi buka suara soal serangan drone ke kapal tanker AS di Mesir. Ia membantah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai dalang.

Araghchi bahkan menyebut serangan itu adalah Operasi "False Flag" atau Operasi Bendera Palsu yang dilakukan Israel.

Operasi False Flag merupakan aksi rahasia untuk menuduh pihak lain sebagai pelaku, guna menciptakan perang atau membentuk opini publik.

"Kami semua harus waspada terhadap skema-skema Israel dan Operasi Bendera Palsu yang bertujuan merusak perdamaian regional," tulis Menlu Araghchi di X, Jumat (31/7/2026).

"Ancaman itu nyata, bersifat timbal balik, dan mengkhawatirkan solidaritas Muslim," imbuhnya.

Ia menegaskan Mesir adalah sahabat dan mitra penting di Timur Tengah. "Dan keamanannya memiliki kepentingan utama bagi kami," katanya.

Sebelumnya, perusahaan keamanan maritim Inggris Ambrey melaporkan kapal tanker yang mengangkut gas dihantam drone pada Rabu (29/7/2026). Mereka menilai ini tanda konflik meluas.

Perusahaan jasa pelabuhan Inchcape menyatakan dua kapal tanker gas terbakar di Pelabuhan Damietta, Mesir.

Tiga sumber menyebut drone menghantam kapal penyimpanan gas Energos Winter dan menyebabkan kebakaran. Api kemudian menyebar ke kapal lainnya yakni Gaslog Salem.

Trump Tuduh Iran, Langsung Balas Serang

Presiden AS Donald Trump menuduh Iran di balik insiden dan memerintahkan serangan balasan ke Iran setelah kapal tanker terbakar dan pangkalan militer AS di Yordania dirudal.

Serangan ini terjadi saat perang AS-Iran kembali berkobar pekan ini, padahal kedua negara telah sepakat gencatan senjata dan menandatangani Nota Kesepahaman untuk memulai pembicaraan damai. (dicky)

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM