Breaking News

Italia Kembali Berburu Pelatih Timnas, Andrea Pirlo Tersingkir karena Alasan Politis

pelatih timnas italia
Teks foto: Ancelotti dan Pep menolak jadi pelatih timnas Italia, sedangkan Andrea Pirlo tersingkir.

ROMA || Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kembali harus memulai pencarian dari nol untuk mendapatkan pelatih baru tim nasional. Setelah gagal meyakinkan Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti, kini peluang Andrea Pirlo yang sempat menjadi kandidat terdepan juga dipastikan kandas akibat kontroversi politik yang memicu penolakan dari berbagai pihak

Situasi tersebut membuat kursi pelatih Gli Azzurri masih kosong. Padahal sebelumnya FIGC berharap proses penunjukan pelatih baru bisa segera rampung sebagai bagian dari proyek besar membangun kembali sepak bola Italia setelah rentetan hasil mengecewakan dalam beberapa tahun terakhir. 


Guardiola dan Ancelotti Sama-sama Menolak
Dalam beberapa hari terakhir, FIGC bergerak agresif dengan mendekati sejumlah pelatih papan atas dunia. Pep Guardiola menjadi target utama setelah mengakhiri masa baktinya bersama Manchester City.

Namun pelatih asal Spanyol itu memilih menolak tawaran Italia. Guardiola dikabarkan ingin mengambil jeda dari dunia kepelatihan dan menghabiskan waktu bersama keluarga sebelum kembali menerima pekerjaan baru.

Setelah gagal mendapatkan Guardiola, FIGC juga menghubungi Carlo Ancelotti yang kini masih menangani Timnas Brasil.

Direktur Teknik FIGC, Paolo Maldini, sebelumnya mengonfirmasi bahwa federasi memang telah berbicara dengan Guardiola maupun Ancelotti.

"Kami juga berbicara dengan Guardiola dan Ancelotti," ujar Maldini saat menjelaskan proses pencarian pelatih baru.

Namun Ancelotti memilih tetap berkomitmen terhadap proyeknya bersama Brasil sehingga Italia kembali harus mencari alternatif lain.

Pirlo Sempat Jadi Favorit
Setelah dua nama besar tersebut tidak tersedia, Andrea Pirlo muncul sebagai kandidat paling kuat.


Legenda juara dunia 2006 itu bahkan sempat disebut telah berada di tahap akhir menuju kursi pelatih Timnas Italia. Pengalamannya bersama Juventus, Fatih Karagümrük, Sampdoria, hingga United FC di Uni Emirat Arab dinilai menjadi modal untuk memulai era baru Gli Azzurri. Namun situasi berubah drastis dalam hitungan hari.

Kontroversi Politik Menggagalkan Penunjukan
Peluang Pirlo hancur setelah muncul gelombang kritik terkait perannya sebagai duta perusahaan taruhan asal Rusia, Fonbet.

Hubungan tersebut memicu penolakan dari sejumlah politisi Italia karena dianggap tidak pantas di tengah situasi geopolitik yang masih sensitif akibat perang Rusia-Ukraina.
Tekanan politik yang semakin besar akhirnya membuat proses penunjukan Pirlo dihentikan, meski sebelumnya ia merupakan kandidat utama pilihan FIGC.

Pirlo Angkat Bicara
Melalui pernyataan resminya, Pirlo menegaskan bahwa kerja samanya dengan Fonbet murni bersifat profesional.


"Hubungan saya dengan Fonbet murni bersifat komersial dan tidak memiliki relevansi politik," tegas Pirlo.


Mantan maestro lini tengah Italia itu juga mengaku kecewa karena polemik di luar sepak bola akhirnya menggagalkan peluangnya menangani tim nasional.


"Saya sangat mencintai Italia, terlepas apakah saya memegang jabatan resmi atau tidak," kata Pirlo.


Ia juga menambahkan bahwa seluruh aktivitas profesionalnya selalu dilakukan sesuai hukum dan kontrak yang berlaku.


FIGC Kembali Memulai Pencarian
Dengan mundurnya Pirlo dari bursa pelatih, FIGC kini kembali berada di titik awal.
Menurut Reuters, tanggung jawab mencari pelatih baru kini sepenuhnya berada di tangan jajaran teknis federasi yang dipimpin Paolo Maldini. Sejumlah nama lain diperkirakan kembali masuk dalam radar, termasuk Antonio Conte dan Roberto Mancini, meski hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai siapa yang akan dipercaya memimpin Gli Azzurri.


Bagi Italia, penunjukan pelatih baru menjadi langkah penting dalam membangun kembali kekuatan tim nasional. Setelah gagal mendapatkan Guardiola, ditolak Ancelotti, dan batal merekrut Pirlo akibat kontroversi politik, FIGC kini menghadapi tantangan besar untuk menemukan sosok yang mampu mengembalikan kejayaan Gli Azzurri di panggung internasional.


Sumber: The Times of India, Cadena SER,  Reuters, El País

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM