Breaking News

Jeritan Pelaku Ekraf: Kami Butuh Modal Nyata

Ilustrasi berbagai produk Ekraf Indonesia. (Foto : ist).

LPC-ONLINE.COM - Di balik karya-karya kreatif yang mewarnai ruang digital, ada kegelisahan yang sama: sulitnya mendapat modal.

Keluhan itu yang ditangkap Komisi VII DPR RI saat reses di Surabaya, Jumat malam (24/7/2026). Banyak pelaku ekonomi kreatif yang punya ide cemerlang, tapi mentok saat berhadapan dengan bank.

Masalahnya klasik, mereka tidak punya agunan fisik.

"Tantangannya kalau usahanya tangible, barangnya ada, ada gerobaknya, ada yang bisa disentuh untuk agunan, bank ada keyakinan. Nah persoalannya di sektor Ekraf, karena nggak bisa disentuh, karena dia itu kreativitas manusia," ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim.

Bagi pelaku ekraf, aset mereka adalah ide, cerita, desain, musik, hingga karya digital. Sesuatu yang bernilai, tapi tak bisa dijaminkan dalam bentuk ruko atau kendaraan.

"Kalau kita mainnya hanya yang tangible saja yang bisa didanai, ya selamanya Ekraf nggak akan bisa dapat pembiayaan," kata Legislator Fraksi PKB itu.

Padahal, di tangan anak-anak muda kreatif inilah lapangan kerja baru tumbuh. Mereka hanya butuh kesempatan untuk naik kelas.

Chusnunia pun menyambut baik hadirnya KUR khusus Ekraf tahun ini. Namun ia menilai jumlahnya masih jauh dari cukup dan prosesnya belum ramah bagi pekerja kreatif.

"Ada KUR Ekraf tahun ini, bersyukurnya. Tapi kalau bisa, kita dorong angkanya harus ditambah, dan teknisnya harus dipermudah khusus untuk Ekraf," harapnya.

Komisi VII berjanji akan terus mendorong pemerintah agar pembiayaan tidak hanya untuk mereka yang punya aset fisik, tapi juga untuk mereka yang hidup dari kreativitas. (Dicky)

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM