MEDAN || Peluncuran jersey anyar PSMS Medan untuk mengarungi Piala Presiden Elite 2026 di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Jalan Gatot Subroto, Medan, Senin (20/7/2026) malam, bukan sekadar seremoni memperkenalkan kostum baru Ayam Kinantan. Di balik gemerlap acara yang dihadiri ratusan suporter, tersimpan tekad besar para pemain senior untuk membawa klub kebanggaan Sumatera Utara kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Dua nama yang paling menyita perhatian adalah Manahati Lestusen dan Rachmad Hidayat. Keduanya datang dengan segudang pengalaman serta misi yang sama, mengakhiri penantian panjang PSMS kembali ke Liga 1 atau Super League.
Manahati Lestusen yang kini berusia 32 tahun* mengaku kepulangannya ke Medan bukan sekadar nostalgia. Gelandang yang pernah menjadi bagian penting PSMS itu ingin memberikan kontribusi nyata sekaligus membimbing para pemain muda di dalam skuad.
"Yang pasti saya kembali lagi ke sini untuk bermain buat PSMS Medan. Apa yang disampaikan Presiden klub juga menjadi target saya. Insya Allah tahun depan kita bisa kembali ke Liga 1," kata Manahati di hadapan suporter.
Pemain yang telah lama berkiprah di kompetisi nasional itu menilai pengalamannya harus menjadi modal bagi tim, bukan hanya saat bertanding, tetapi juga dalam membangun mental para pemain muda sepanjang musim.
Menurutnya, perpaduan antara pemain muda yang lapar prestasi dan pemain senior yang kaya pengalaman menjadi fondasi penting bagi PSMS untuk bersaing di Liga 2 maupun Piala Presiden Elite 2026.
Semangat serupa juga diperlihatkan Rachmad Hidayat. Di usia 35 tahun, gelandang kreatif asal Medan itu kembali mengenakan seragam hijau kebanggaannya dengan satu tujuan, mengantarkan Ayam Kinantan kembali ke kompetisi tertinggi Indonesia.
"Alhamdulillah saya bisa kembali lagi ke PSMS, bermain di rumah sendiri. Misi kami tetap sama, membawa PSMS kembali ke Liga 1," ujar Rachmad.
Rachmad menilai skuad PSMS musim ini memiliki komposisi yang jauh lebih kompetitif. Kehadiran sejumlah talenta muda dipadukan dengan pemain senior dinilai menjadi kekuatan yang bisa membawa tim bersaing di papan atas.
"Kami punya banyak pemain muda yang berkualitas, ditambah pelatih yang bagus. Mudah-mudahan kami bisa berbuat banyak musim ini dan mengembalikan PSMS ke Liga 1," tuturnya.
Kehadiran Manahati dan Rachmad memberikan warna tersendiri dalam peluncuran jersey tersebut. Selain memperkenalkan wajah baru PSMS, acara itu juga menjadi penegasan bahwa Ayam Kinantan kini memiliki sosok-sosok berpengalaman yang siap menjadi pemimpin di ruang ganti maupun di lapangan.
Dukungan ratusan suporter yang memadati arena PRSU semakin menambah optimisme seluruh elemen klub. Manajemen, pelatih Eko Purdjianto, pemain, hingga pendukung memiliki target yang sama, yakni membawa PSMS kembali mengukir prestasi dan promosi ke Liga 1.
Seperti diketahui, sebelum memulai perjuangan di Liga 2 musim 2026/2027, PSMS akan lebih dahulu mengikuti Piala Presiden Elite 2026. Turnamen pramusim tersebut menjadi kesempatan bagi Eko Purdjianto untuk mematangkan komposisi tim sekaligus menguji kualitas skuad menghadapi lawan-lawan dari Liga 1 dan klub-klub Asia.
Social Header