MEDAN || Sebanyak 49 rumah sakit di Sumatera Utara (Sumut) akan mengikuti program jejaring pengampuan mata yang melibatkan Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi dokter dan perawat mata guna memperkuat kualitas layanan kesehatan mata di daerah.
Pengampuan mata merupakan program pendampingan dari rumah sakit rujukan nasional kepada rumah sakit daerah melalui pelatihan, transfer pengetahuan, serta pendampingan tindakan medis untuk meningkatkan mutu pelayanan.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Sumut dan Rumah Sakit Mata Cicendo di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (3/6/2026).
Direktur Utama Rumah Sakit Mata Cicendo Antonia Kartika mengatakan program pengampuan telah dimulai melalui pembelajaran teori secara daring dan akan berlanjut dengan pelatihan langsung di Sumut.
"Kita akan memulai, sebenarnya sudah dimulai beberapa waktu yang lalu untuk tahap satu, yaitu kita melakukan peningkatan dari basic science atau teori melalui zoom meeting. Dan besok kita akan melakukan workshop kepada dokter mata dari sekitar 49 rumah sakit di Sumatera Utara, dan juga perawat mata, dan sehari setelahnya kita akan melakukan pendampingan operasi katarak," kata Antonia.
Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan mata sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan yang lebih baik di daerahnya.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov Sumut meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
"Pemprov Sumut, hari ini salah satu program prioritas di bidang kesehatan yang pertama kali kami capai adalah bagaimana masyarakat Sumut bisa mengakses layanan kesehatan, sudah kami coba di awal masa jabatan kami. Hari ini setelah masyarakat mendapat layanan kesehatan, kami coba meningkatkan kualitas layanannya," ujar Bobby.
Ia menambahkan peningkatan kualitas layanan dilakukan melalui pembenahan fasilitas kesehatan serta penguatan kapasitas rumah sakit, termasuk rumah sakit mata milik pemerintah daerah.
Selain meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, program pengampuan juga diarahkan untuk menekan angka kebutaan di Indonesia yang masih mencapai sekitar 3 persen.
"Kami melakukan pengampuan untuk menurunkan angka tersebut, terutama pada penyakit penyebab kebutaan seperti katarak, diabetik retinopati, glukoma dan lainnya," kata Antonia.
Melalui program ini, rumah sakit di Sumut diharapkan semakin mampu menangani kasus-kasus penyakit mata secara mandiri, sekaligus memperkuat layanan kesehatan mata bagi masyarakat.

Social Header