![]() |
| Bakeout di Jalan Juanda Medan mengusung konsep artisan. (Foto : lpc-online.com/Dicky) |
LPC-ONLINE.COM - Tren artisan bakery kini mulai masuk ke Medan. Salah satunya dibawa Bakeout lewat gerai keduanya di Jalan Ir. H. Juanda yang resmi dilaunching, Kamis (24/7/2026).
Berbeda dengan bakery pada umumnya, Bakeout menonjolkan peran baker, proses handmade, pemilihan bahan premium, dan teknik mengadon yang presisi.
"Artisan itu bukan berarti tanpa mesin. Tapi lebih mementingkan proses, pemilihan ingredient, dan teknik. Store bakery bisa tetap artisan walau cabangnya banyak, yang perlu dijaga adalah passion dari chef-nya," ujar Chef Konsultan Bakeout Kim Pangestu.
Brand yang sudah dua tahun eksis sebagai supplier coffee shop ini memang sengaja membawa DNA bakery yang sesungguhnya di gerai Juanda. Gerai pertamanya di Multatuli menjadi langkah awal, gerai kedua ini menjadi realisasi konsep.
Owner Bakeout Joeana menjelaskan, filosofi Bakeout terinspirasi dari beruang yang suka memanggang roti dan mengkurasi bahan terbaik untuk tetangganya. Filosofinya, roti bisa menyatukan orang.
"Karena itu maskot kami beruang bernama Bony. DNA Bakeout memang fokus ke bakery yang baru kita realisasikan di sini," katanya.
Co-Founder Krisna Angkasa menambahkan, kunci artisan adalah SDM dan konsistensi kesegaran. Di Bakeout semua roti maksimal hanya dipajang dua hari.
"Ingredient terpenting dari bakery adalah SDM. Challenge utama bisa nggak setiap hari kita buat fresh. Kalau dibandingkan produk luar negeri, produk kita nggak kalah baiknya," ujar Krisna.
Salah satu produk artisan yang jadi andalan di gerai Juanda adalah Poloban, yang terinspirasi dari pengalaman traveling ke luar negeri.
Lewat konsep ini, Bakeout berharap bisa ikut memajukan industri bakery di Medan dan melahirkan generasi baker yang bisa bersaing hingga level nasional dan internasional. (dicky)

Social Header